Respons Kekebalan Terhadap Virus Corona Bertahan Lebih dari 6 Bulan

loading...
Respons Kekebalan Terhadap Virus Corona Bertahan Lebih dari 6 Bulan
Orang pernah sembuh dari COVID-19 punya respons kekebalan terhadap virus lebih dari 6 bulan. Foto/Ist
JAKARTA - Memori sistem kekebalan terhadap virus Corona baru bertahan setidaknya selama enam bulan pada kebanyakan orang. Akun sporadisinfeksi ulang virus Corona dan laporan tingkat antibodi yang menurun dengan cepat telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kekebalan terhadap SARS-CoV-2 dapat berkurang dalam beberapa pekan setelah pemulihan dari infeksi.

Shane Crotty dari La Jolla Institute for Immunology di California dan rekan penelitinya menganalisis penanda respons kekebalan dalam sampel darah dari 185 orang yang memiliki berbagai gejala COVID-19. Sebanyak 41 peserta studi diikuti setidaknya selama 6 bulan. (Baca juga: Satpol PP Dalami Pelanggaran Prokes Covid-19 saat Maulid Nabi di Tebet)

Laman Nature.com melaporkan, tim menemukan bahwa tanggapan kekebalan peserta sangat bervariasi. Tetapi beberapa komponen memori kekebalan SARS-CoV-2 cenderung bertahan setidaknya selama 6 bulan.

Di antara pembela kekebalan yang gigih adalah sel B memori, yang memulai produksi antibodi saat patogen ditemukan kembali, dan dua kelas penting sel T: sel T memori CD4 + dan CD8 + memori. Namun patut dicatat hasil peneltian belum ditinjau rekan peneliti lainnya.



Semoga ini adalah kabar baik untuk masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Sebab banyak temuan bahwa mereka yang sudah terkena virus Corona bukan jaminan tidak tertular kembali. (Baca juga: Mengintip Detail Kapal Perang Baru Iran untuk Pecundangi AS)
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top