Bendera China yang Berkibar di Bulan Dibuat dari Logam Tahan Sinar Kosmik

Minggu, 06 Desember 2020 - 18:40 WIB
loading...
Bendera China yang Berkibar di Bulan Dibuat dari Logam Tahan Sinar Kosmik
Bendera China terlihat terbentang dari pesawat ruang angkasa Change 5 di Bulan dalam gambar selebaran yang disediakan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China. Foto/Reuters
A A A
TOKYO - Industri antariksa China kian mengalami kemajuan. Terbaru, bendera negara Tirai Bambu tersebut telah berkibar di daratan Bulan . (Baca juga: Pesawat Ruang Angkasa China Chang'e 5 Sukses Mendarat di Bulan )

China menjadi negara kedua yang sanggup menancapkan bendera negaranya di permukaan Bulan. Tidak seperti pendaratan Amerika Serikat di Bulan pada 1969 silam, bendera China ditancapkan bukan oleh astronot tetapi oleh wahana antariksa pendarat Bulan, Chang'e 5.

"Tim menghabiskan lebih dari satu tahun untuk memilih bahan bendera agar memastikannya tahan terhadap sinar kosmik dan perubahaan suhu di permukaan Bulan," kata Cheng Chang, Direktur Teknis yang bertanggung jawab atas tampilan bendera China di Bulan, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, dikutip dari Nikkei Asia, Minggu (6/12/2020).

Bendera ini memiliki lebar 2 meter dan tinggi 90 cm dengan berat sekitar 1 kg. Xinhua mengutip seorang perajin logam yang membuat bagian-bagian untuk pajangan bendera tersebut, mengatakan, dia akan memberi tahu cucunya, "Kakek yang membuat ini."

Anggota tim lainnya, mengatakan, tombol bundar di atas tiang harus sangat ringan agar tidak membebani probe. Ini terinspirasi oleh kapsul mainan gashapon Jepang.

Pendarat wahana antariksa Chang'e 5 telah mengumpulkan material dari Bulan untuk dikembalikan ke bumi. China siap menjadi negara ketiga, setelah AS dan Uni Soviet , yang mencapai hal yang sama.

Tanah Bulan, yang diperkirakan berumur 1,2 miliar hingga 1,3 miliar tahun, akan menjadi yang pertama dibawa kembali ke Bumi dalam 44 tahun terakhir. Sampel dikumpulkan dari permukaan dan hingga kedalaman sekitar 2 meter di bawah tanah.

Chang'e 5 mendarat di bulan pada hari Selasa, bagian dari program luar angkasa China yang berencana membangun pangkalan Bulan pada 2030. Mereka mencari sumber daya di sana pada 2035.

Kini pesawat ruang angkasa Chang'e 5 tengah dalam proses kepulangan ke Bumi. (Baca juga: Bikin Nyaman Traveler, Bandara Soekarno-Hatta Siapakan Tes Covid di Area Hijau )
(iqb)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3052 seconds (10.177#12.26)