Seaglider Terobos Wilayah RI, Ini Teknologi Deteksi dan Penghancur Alat Intai

Selasa, 05 Januari 2021 - 20:24 WIB
loading...
Seaglider Terobos Wilayah RI, Ini Teknologi Deteksi dan Penghancur Alat Intai
Ilustrasi drone pengintai. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Kepopuleran drone ternyata menimbulkan masalah baru, .dari mulai untuk menggangu radar hingga memata-matai suatu negara. Bahkan Indonesia baru-baru dikejutkan dengan temuan Seaglider oleh nelayan di Selayar, Sulawesi Selatan. (Baca juga: Soal Penemuan Seaglider Asing di Selayar, KSAL: Patut Diwaspadai )

Amerika Seikat sendri bahkan memiliki TEKNOLOGI terbaru senjata perusak drone mulai dikembangkan militer Amerika Serikat (AS). Teknologi yang mirip senjata api itu bernama Drone Defender. (Baca juga: Seaglider di Selayar Diduga Perangkat Mata-Mata, Bukan Milik Swasta )

Sebagaimana dikutip dari BBC, Senin, 19 Oktober, awal mula pengembangan teknologi Drone Defender dipicu adanya kekhawatiran AS terhadap drone yang digunakan untuk mata-mata pencari informasi.
Seaglider Terobos Wilayah RI, Ini Teknologi Deteksi dan Penghancur Alat Intai

Selain militer AS, perusahaan pesawat terbang, Boeing, juga pernah mengembangkan senjata untuk merusak drone. Namun, Drone Defender memiliki bentuk yang unik.

Teknologi terbaru Drone Defender bentuknya hampir sama seperti senjata api. Bukan peluru fisik yang dikeluarkan tapi serangan berbentuk gelombang radio yang bisa merusak drone dari dalam.

Senjata anti-drone bisa menembak dengan menggunakan gelombang yang merusak sistem pengendali drone. Akibatnya pengguna drone tak bisa mengendalikan alatnya dengan baik dan akan rusak.

Gelombang radio yang ditembakkan teknologi terbaru Drone Defender bisa menyebabkan Drone yang terbang tinggi jatuh dan rusak. Bentuk Drone Defender yang sederhana dan tangguh bisa menjatuhkan kamera terbang itu dari jarak 400-500 meter.

Menurut rencana, militer AS akan meluncurkan teknologi terbaru Drone Defender di berbagai kantor penting seperti pusat pemerintahan, militer, kepolisian, penjara dan berbagai institusi penting lainnya.

Bahkan Jerman Deutsche Telekommenyediakan sistem anti-drone untuk mencegah para pengintip mengambil foto dari mobil prototipe mereka.Tak hanya itu, klub sepak bola Bayern Munich juga meminta Deutsche Telekom untuk menyediakan sistem anti-drone di atas stadion mereka. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian terorisme. Demikian seperti dikutip dari Reuters,
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1876 seconds (10.101#12.26)