Ilmuwan Temukan 70.000 Virus Baru yang Menginfeksi Bakteri di Usus Manusia

Jum'at, 26 Februari 2021 - 18:34 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan 70.000 Virus Baru yang Menginfeksi Bakteri di Usus Manusia
Bakteriofag, virus yang menginfeksi bakteri di usus manusia. Foto/Shutterstock
JAKARTA - Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 70.000 virus yang sebelumnya tidak dikenal yang hidup di usus manusia dan menginfeksi bakteri yang hidup di sana. Namun bagaimana virus baru itu memengaruhi tubuh masih menjadi misteri.

Dilaporkan Live Science, mikrobioma usus yang ada dalam sistem pencernaan memainkan peran penting dalam pencernaan makanan dan mengatur sistem kekebalan tubuh. Tetapi penelitian juga mengaitkan ketidakseimbangan mikroba usus dengan kondisi termasuk penyakit hati, obesitas, dan alergi. (Baca: Norovirus, Virus Baru yang Menghantui Rakyat China)

Dalam studi terbaru, sekelompok peneliti menggunakan metode yang disebut metagenomics untuk mengidentifikasi virus. Metode ini melibatkan analisis semua materi genetik dari komunitas mikroba bersama-sama. Mereka menganalisis lebih dari 28.000 sampel mikrobioma usus yang diambil dari 28 negara.

Proses ini mengungkapkan genom lengkap untuk lebih dari 140.000 spesies virus yang hidup di usus manusia. Meskipun banyak jenis virus hidup di usus, mereka berfokus pada virus yang dapat menginfeksi bakteri yang disebut fag. (Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Tips Menghihndari Petir Saat Hujan)

"Kami masih mencari tahu peran fag dalam kesehatan manusia," kata Luis Camarillo-Guerrero, profesor dari Wellcome Sanger Institute di Inggris.



Fag dapat memainkan peran sentral dalam mikrobioma usus misalnya, dengan memberikan sifat menguntungkan pada inang bakteri mereka dan memengaruhi cara bakteri tersebut berkembang. (Baca juga: Dibeli Secara Obral, Mangkuk China Ini Ternyata Barang Antik yang Sangat Langka)

"Karena komunitas bakteri adalah komponen penting dari usus kita, tidak sulit untuk membayangkan bahwa fag dapat memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan yang sehat di usus kita," kata Camarillo-Guerrero kepada Live Science melalui email.

Namun ada kasus-kasus yang diketahui ketika fag berkontribusi pada penyakit, misalnya difteri, infeksi bakteri serius, dan botulisme, penyakit serius yang menyerang saraf tubuh, disebabkan oleh racun yang dikodekan oleh gen fag.

Mereka mempublikasikan genom dari virus yang menyerang bakteri ini dalam database baru yang mereka buat yang disebut Gut Phage Database. Penemuan ini diharapkan dapat digunakan untuk memandu studi lebih lanjut tentang virus ini. (Baca juga: Hayley Arceneaux, Penyintas Kanker Pertama yang Akan Keluar Angkasa)

"Genom seperti cetak biru suatu organisme. Jumlah informasi yang dapat kita ekstrak dari mengetahui hanya urutan DNA suatu organisme sangat besar," kata Camarillo-Guerrero.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA