Badai Salju Super Dingin Tercatat Mencapai Suhu Minus 111 Derajat Celcius

Sabtu, 27 Maret 2021 - 10:34 WIB
loading...
Badai Salju Super Dingin Tercatat Mencapai Suhu Minus 111 Derajat Celcius
Bentuk landasan terbentuk ketika awan yang naik mencapai tropopause. Foto/SPL
JAKARTA - Para ilmuwan baru saja mempublikasikan penelitian yang menunjukkan puncak satu sistem awan badai tropis pada 2018 mencapai suhu terendah minus 111 derajat celcius yang kemungkinan besar merupakan rekor suhu terendah. Suhu terendah itu tercatat di selatan ekuator Pasifik barat menggunakan satelit cuaca NOAA-20.

Ketika aliran udara ke atas yang kuat mencapai bagian atas atmosfer bawah, atau troposfer, biasanya akan mendatar dan menyebar membentuk landasan klasik. Tetapi jika badai sangat energik, pergerakan udara ke atas dapat menembus langit-langit troposfer dan terus naik ke stratosfer. (Baca: Tornado dan Suhu Beku di Amerika Serikat Tewaskan Tujuh Orang)

Pada tahun 2018, puncak awan berada di ketinggian sekitar 20,5 kilometer. "Puncak dingin ini sudah melampaui batas," jelas Dr Simon Proud, seorang peneliti Nerc dalam penginderaan jauh satelit di Pusat Pengamatan Bumi Nasional dan Universitas Oxford, Inggris seperti dikutip BBC News .

Proud mengatakan, overshoot top cukup umum tapi ini overshoot yang sangat besar. Biasanya, puncak overshoot mendingin sekitar 7 derajat celcius untuk setiap kilometer di atas tropopause. "Ini sekitar 13C atau 14C lebih dingin dari tropopause - jadi, overshoot yang cukup besar," katanya.

Badai Salju Super Dingin Tercatat Mencapai Suhu Minus 111 Derajat Celcius




Dr Proud dan Scott Bachmeier, seorang ahli meteorologi penelitian di University of Wisconsin-Madison, AS, melaporkan kejadian tersebut dalam sebuah makalah di jurnal Geophysical Research Letters. (Baca juga: Mengejutkan Astronom, ALMA Mendeteksi Putaran Angin di Stratosfer Saturnus)

Mereka menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi. Meskipun badai besar di bagian Pasifik itu sering terjadi sekitar jangka waktu Desember-Januari, badai ini sepertinya mendapat dorongan ekstra.

Sebagian berasal dari air laut yang sangat hangat di wilayah tersebut, tetapi ada bantuan juga dari fenomena yang oleh para ahli meteorologi disebut sebagai Osilasi Madden-Julian. MJO adalah zona angin yang bergerak ke arah timur yang dapat menonjolkan cuaca basah dan kering.

Badai Salju Super Dingin Tercatat Mencapai Suhu Minus 111 Derajat Celcius


"Selama 20 tahun terakhir, tampaknya badai petir super dingin ini menjadi sedikit lebih umum. Awan, yang kemungkinan berarti kita melihat badai yang lebih ekstrim karena kita mengalami overshoot yang lebih besar dari biasanya," katanya. (Baca juga: Spesies Baru Bunga Rafflesia Ditemukan di Malaysia, Apa bedanya?)



Badan meteorologi menyadari bahwa tidak semua sensor satelit yang mereka terbangkan saat ini mampu mengukur suhu sangat rendah yang direkam oleh Visible Infrared Imaging Radiometer (VIIRS) NOAA-20. Karena itu, peningkatan kemampuan diperlukan, terutama karena pesawat ruang angkasa Amerika pada hari itu mungkin tidak menangkap suhu rendah absolut yang dicapai di puncak awan.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA