Musnahkan Dinosaurus, Asteroid Ternyata Juga Memunculkan Hutan Amazon

Senin, 05 April 2021 - 15:05 WIB
loading...
Musnahkan Dinosaurus,...
Ilustrasi tabrakan asteroid 66 juta tahun lalu yang memusnahkan kehidupan dinosaurus. Foto/SPL
A A A
JAKARTA - Tabrakan asteroid ke Bumi jutaan tahun lalu yang membunuh dinosaurus ternyata awal untuk kehidupan baru di Bumi. Berdasarkan penelitian ilmuwan, serangan asteroid tersebut juga memunculkan hutan hujan di Amazon.

Kesimpulan ini diambil setelah peneliti menggunakan fosil serbuk sari dan daun dari Kolombia untuk menyelidiki bagaimana dampaknya mengubah hutan tropis Amerika Selatan. Diketahui kalau asteroid selebar 12 km menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu telah mengubah hutan Amazon secara drastis.

Tim telah menguraikan temuannya dalam jurnal bergengsi Science. Rekan penulis Dr Monica Carvalho, dari Smithsonian Tropical Research Institution di Panama, mengatakan, timnya telah memeriksa lebih dari 50.000 catatan serbuk sari fosil dan lebih dari 6.000 fosil daun sebelum dan sesudah tumbukan.

Mereka menemukan bahwa tanaman bantalan kerucut yang disebut tumbuhan runjung dan pakis sudah umum sebelum asteroid besar menghantam tempat yang sekarang disebut Semenanjung Yucatan di Meksiko. "Sementara hutan pulih selama enam juta tahun berikutnya, angiospermae, atau tumbuhan berbunga, mendominasi mereka," katanya diuktip BBC News.

Struktur hutan tropis juga berubah akibat transisi ini. Selama Zaman Kapur Akhir, ketika dinosaurus masih hidup, pepohonan yang membentuk hutan memiliki jarak yang sangat luas. Bagian atas tidak tumpang tindih, meninggalkan area terbuka yang diterangi matahari di lantai hutan.

Namun pasca-dampak, hutan mengembangkan kanopi tebal yang memungkinkan lebih sedikit cahaya mencapai tanah. Jadi, dampak dari tumbukan tersebut mengubah hutan tropis yang jarang dan kaya tumbuhan runjung dari zaman dinosaurus menjadi hutan hujan masa kini, dengan pepohonan menjulang tinggi yang dihiasi bunga dan anggrek berwarna-warni?

Berdasarkan analisis serbuk sari dan daunnya, peneliti menyimpulkan tiga penjelasan berbeda. Pertama, dinosaurus bisa menjaga hutan agar tidak tumbuh terlalu lebat dengan memakan dan menginjak-injak tanaman yang tumbuh di bagian bawah hutan.

Penjelasan kedua adalah bahwa abu yang jatuh dari dampak tabrakan asteroid memperkaya tanah di seluruh daerah tropis dan memberikan keuntungan bagi tanaman berbunga yang tumbuh lebih cepat. Ketiga adalah bahwa kepunahan dinosaurus menciptakan peluang bagi tanaman berbunga untuk mengambil alih.

"Studi yang didapat dari penelitian ini, bahwa ekosistem tropis tidak hanya bangkit kembali tapi juga diganti dan prosesnya memakan waktu sangat lama," kata Dr. Carvalho.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Lautan Pertama di Bumi...
Lautan Pertama di Bumi yang Tidak Berwarna Biru Ditemukan
Batu-batu di Bawah Samudra...
Batu-batu di Bawah Samudra Pasifik Ungkap Awal Mula Bumi Tercipta
Cuaca Kering Picu Kebakaran...
Cuaca Kering Picu Kebakaran Hutan Besar di Korea Selatan
Ilmuwan Temukan Gumpalan...
Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik
Cincin Saturnus Akan...
Cincin Saturnus Akan Menghilang Akhir Pekan Ini, Berikut Penjelasannya
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Rekomendasi
Malam Puncak Arus Balik,...
Malam Puncak Arus Balik, Pantura Cirebon Macet Parah
Cerita Pemudik Terjebak...
Cerita Pemudik Terjebak Berjam-jam di Pantura Cirebon saat Arus Balik
Hasil Fulham vs Liverpool:...
Hasil Fulham vs Liverpool: Comeback Dramatis, Cottagers Bungkam The Reds 3-2
Berita Terkini
Raksasa Teknologi Terguncang:...
Raksasa Teknologi Terguncang: Apple Kehilangan USD300 Miliar Akibat Tarif Trump
1 hari yang lalu
Perbandingan Nintendo...
Perbandingan Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch: Harga, Spesifikasi, Desain, dan Fitur
1 hari yang lalu
Inilah Rusa Kutub Belang...
Inilah Rusa Kutub Belang Langka Norwegia yang Menghebohkan Dunia
1 hari yang lalu
Fosil Hewan Tertua di...
Fosil Hewan Tertua di Dunia Dickinsonia Ini Berumur 558 Juta Tahun!
1 hari yang lalu
Daftar Terlengkap Game...
Daftar Terlengkap Game Nintendo Switch 2 2025: Tanggal Rilis, Harga, dan Fitur
1 hari yang lalu
Alasan Jangan FOMO Pre-Order...
Alasan Jangan FOMO Pre-Order Nintendo Switch 2 Sekarang!
1 hari yang lalu
Infografis
Gunung Berapi Bawah...
Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Ancaman AS setelah Kebakaran Hutan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved