Astronom Temukan Planet Baru Super Panas, Suhunya Capai 2.700 Derajat Celcius

Senin, 03 Mei 2021 - 14:02 WIB
loading...
Astronom Temukan Planet Baru Super Panas, Suhunya Capai 2.700 Derajat Celcius
Baru-baru ini tim astronom berhasil menemukan sebuah planet baru yang super panas. Foto/dok
BRISBANE - Baru-baru ini tim astronom berhasil menemukan sebuah planet baru yang super panas. Bahkan karena begitu panasnya, permukaan planet yang dinamai TOI-1431b ini mampu membuat logam menguap begitu saja.

Brett Addison dari Pusat Astrofisika Universitas Queensland Selatan memimpin tim yang membuat katalog fitur planet. Addison mengatakan, planet ini terletak sangat jauh di sistem bintang sekitar 490 tahun cahaya.

BACA: Ilmuwan Berhasil Mengetahui Kedalaman Laut di Bulan Titan

Planet TOI-1431b mendapatkan panas yang sangat kuat dari bintangnya, yang merupakan salah satu yang paling terang dan terpanas yang pernah tercatat.

“Saat siang hari planet ini mencapai panas hingga 3.000 derajat Kelvin (sekitar 2.700 derajat celcius), sedangkan malam hari masih bisa sekitar 2.600K (2.300 derajat celcius),” kata Dr Addison seperti dikutip Brisbanetime.com Australia.



Addison mengatakan, planet ini mempunyai orbit yang tidak biasa karena memiliki orbit "mundur" Planet TOI-1431b juga mengorbit berlawanan arah dengan arah matahari.

Ditambah dengan fakta bahwa bintang seperti orbit TOI-1431b cenderung berpasangan dengan bintang lain yang tidak terlihat, Dr Addison mengatakan mereka mencurigai sesuatu terjadi untuk mengatur ulang tata surya tertentu ini.

BACA JUGA: Bikin Jantungan, Ini Alasan Kenapa Mobil Eropa Jarang Dipakai Harian

Dr Addison mengatakan karena sifatnya yang tidak biasa, mereka tertarik untuk mempelajari TOI-1431b lebih dekat untuk melihat apakah itu memiliki fitur yang lebih unik, dan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengapa itu sangat tidak biasa.

“Karena mengorbit bintang yang cukup terang, tidak cukup terang untuk dilihat dengan mata telanjang, tetapi bagi astronom, itu terang dan kita bisa menggunakan teleskop yang lebih kecil sebagai hasilnya,” katanya.



Planet ini pertama kali diidentifikasi oleh NASA's Transiting Exoplanet Survey Satellite, yang secara aktif mencari exoplanet yang layak untuk dipelajari lebih lanjut.

Dr Addison kemudian melakukan observasi lanjutan melalui kolaborasi dengan teleskop Stellar Observation Network Group (SONG) di Kepulauan Canary, serta fasilitas lainnya.

BACA JUGA: Ternyata Begini Isi Jeroan Redmi Note 10 dan Redmi Note 10 Pro

University of Southern Queensland sendiri memiliki tiga teleskop SONG di Observatorium Gunung Kent untuk membantu memantau langit belahan bumi selatan.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA