Rocket Long March China Ternyata Pernah Menimpa Rumah di Pantai Gading

Minggu, 09 Mei 2021 - 12:01 WIB
loading...
Rocket Long March China Ternyata Pernah Menimpa Rumah di Pantai Gading
Modul Tianhe yang dibawa Rocket Long March 5B diluncurkan dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang, China. Foto/dok
A A A
SHANGHAI - Sisa-sisa Roket Long March 5B China yang diluncurkan minggu lalu diperkirakan akan jatuh kembali melalui atmosfer dalam beberapa jam mendatang. Ternyata pada Mei 2020, puing-puing rocket China pernah menimpa rumah di Pantai Gading dan pada akhir April 2021 di Provinsi Hubei

Mengenai dimana jatuhnya Roket Log March 5B saat ini masih ada berbagai perkiraan. Kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Jumat bahwa sebagian besar puing akan terbakar saat masuk kembali dan sangat tidak mungkin menyebabkan kerusakan.

BACA: Roket China Jatuh Sekitar 8-10 Mei, Melesat 18.000 Kilometer Perjam

Dilansir CTVNews, Komando Luar Angkasa AS memperkirakan roket tersebut masuk ke atmosfer Bumi pada 0211 GMT pada hari Minggu (9/5/2021), plus atau minus satu jam. Sementara Center for Orbital Reentry and Debris Studies (CORDS) di Aerospace Corporation, prediksi untuk dua jam di kedua sisi 0302 GMT dengan roket kembali memasuki Pasifik.

Pengawasan dan Pelacakan Luar Angkasa UE (EU SST) mengatakan prediksi terbaru untuk waktu masuknya kembali badan Roket Long March 5B adalah 139 menit di kedua sisi pukul 0232 GMT pada hari Minggu (9/5/2021).

SST UE mengatakan probabilitas statistik dari dampak tanah di daerah berpenduduk "rendah," tetapi mencatat bahwa sifat objek yang tidak terkendali membuat prediksi apa pun menjadi tidak pasti.

Sedangkab Space-Track yang merilis data pelaporan yang dikumpulkan oleh Komando Luar Angkasa A.S., memperkirakan puing-puing tersebut akan masuk kembali ke Cekungan Mediterania.

BACA JUGA: Rekomendasi Ponsel Xiamoi untuk Lebaran Harga Rp2 Jutaan

Ahli astrofisika yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell mengatakan di Twitter, bahwa Amerika Serikat diyakini aman dari dampak potensial, tetapi prediksi baru-baru ini masih melacaknya dari Kosta Rika hingga Australia dan Selandia Baru.

Bepergian dengan kecepatan sekitar 4,8 mil per detik, perbedaan hanya satu menit dalam waktu masuk kembali berarti perbedaan ratusan mil di darat. "Ini sulit untuk diprediksi dan bukan pengukuran yang tepat," tulis Space-Track di Twitter.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2149 seconds (11.252#12.26)