Ahli Prediksi Varian Delta Akan Menjadi Gelombang Penularan Terbesar

Kamis, 01 Juli 2021 - 08:02 WIB
loading...
Ahli Prediksi Varian Delta Akan Menjadi Gelombang Penularan Terbesar
Ilustrasi tenaga medis saat penanganan virus corona. FOTO/ IST
JAKARTA - Varian Delta mutasi baru dari COVID-19 saat ini menyerang secara global termasuk di Indonesia. Para Imuwan memprediksi akan menjadi gelombang penularan terbanyak.

Raywat Deonandan, seorang ahli epidemiologi di University of Ottawa, khawatir jika epidemi gelombang keempat terjadi, tidak hanya akan terjadi di ibu kota, tetapi juga akan mempengaruhi Ontario dan bahkan seluruh negara Kanada.”

BACA JUGA -
Tak Hanya Delta, WHO Sebut Semua Varian Ganas COVID-19 Berkumpul di Indonesia

Deonandan menganalisis data terbaru dari Los Angeles County di Amerika Serikat dan menemukan bahwa penyebaran varian Delta yang meluas di area lokal adalah, “Apa yang telah kita lihat adalah… 98% kasus adalah orang yang tidak divaksinasi, dan 98% hingga 99 % kematian adalah mereka yang belum divaksinasi.”



Deonandan mengatakan kepada media setempat, CBC: “Jadi ini sepenuhnya di antara orang yang tidak divaksinasi adalah orang yang rentan (penularan).

Namun, Deonandan meramalkan: Jika kemudian meluas di Kanada maka diperkirakan akan menjadi gelombang kecil epidemi dan mungkin tidak akan meruntuhkan sistem perawatan kesehatan di negara itu.

Deonandan percaya bahwa Kanada dapat menghindari gelombang keempat epidemi, tetapi hasilnya tergantung pada apakah pemerintah dapat membuat keputusan yang bijaksana.

Dia menyarankan agar pemerintah federal dan provinsi terus mempromosikan vaksin, memperpendek interval antara dua dosis vaksinasi, memprioritaskan hotspot varian Delta, dan menahan godaan untuk terlalu cepat membuka kembali pembatasan.

Dari keempat varian yang harus diwaspadai, yang ditetapkan WHO yakni Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Gamma (P.1), dan Delta (B.1.617.2)), semuanya telah ditemukan di Asia Tenggara, terutama di Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Indonesia yang saat ini mengalami kenaikan kasus.
halaman ke-1
preload video
KOMENTAR ANDA