Kuburan Raksasa Berisi Alien Ditemukan di Tambang Batu Kapur Inggris

Jum'at, 30 Juli 2021 - 08:28 WIB
loading...
Kuburan Raksasa Berisi Alien Ditemukan di Tambang Batu Kapur Inggris
Ahli paleontologi telah menemukan kuburan fosil besar makhluk laut Jurassic berlekuk-lekuk mirip alien. Foto/ Museum Londonn
LONDON - Ahli paleontologi telah menemukan kuburan fosil besar makhluk laut Jurassic berlekuk-lekuk mirip alien di bawah tambang batu kapur di wilayah Cotswolds Inggris.

Temuan fosil mencakup puluhan ribu invertebrata laut yang disebut echinodermata dan termasuk nenek moyang kuno bintang laut modern, teripang, bulu babi, dan lili laut berkaki berenda yang terawetkan, kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

BACA: Bingungkan Ilmuwan, Misteri Fosil Reptil Berleher Panjang Akhirnya Terungkap

Kumpulan fosil yang besar itu terjebak ketika bencana besar yang dipicu oleh gempa bumi mengubur seluruh hewan itu selama 167 juta tahun.



"Apa yang kami dapatkan di sini adalah semacam Jurassic Pompeii," kata Neville Hollingworth, seorang pemburu fosil amatir yang menemukan cache saat mendaki bersama istrinya Sally kepada BBC.com.

"Makhluk-makhluk itu mencoba melindungi diri mereka tetapi semuanya sia-sia, mereka terdorong ke dalam sedimen dan terkubur hidup-hidup," kata Tim Ewin, ahli paleontologi dan kurator senior di Natural History Museum of London kepada BBC.com.

Situs ini berasal dari periode Jurassic tengah kira-kira 200 juta hingga 145 juta tahun yang lalu, ketika sauropoda raksasa dan dinosaurus theropoda yang haus darah menguasai daratan. Situs dasar laut ini kemungkinan cukup dangkal, berukuran sekitar 20 hingga 40 meter, kata tim tersebut.

BACA JUGA: Facebook Akan Batasi Penargetan Iklan untuk Remaja di Bawah 18 Tahun

Dengan ribuan spesimen beragam untuk diperiksa, para peneliti berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang evolusi echinodermata selama Jurassic, termasuk deskripsi beberapa spesies baru.

Di samping fosil hewan, tim juga menemukan sampel kayu dan serbuk sari yang diawetkan di bebatuan, yang dapat mengungkapkan lebih banyak detail tentang perubahan iklim pada saat itu.



"Kami akan menjelaskan secara rinci spesies baru dan menggambarkan variabilitas tanaman dan hewan yang kami temukan di lokasi," kata Ewin dalam pernyataannya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA