Covid-19 Jadi Bisnis, Pfizer Naikkan Harga Vaksin 25 Persen, Moderna Naik 10 Persen

Selasa, 03 Agustus 2021 - 06:59 WIB
loading...
Covid-19 Jadi Bisnis, Pfizer Naikkan Harga Vaksin 25 Persen, Moderna Naik 10 Persen
CEO Pfizer Albert Bourla di Puurs, Belgia. Pfizer menjadi perusahaan yang mendapatkan untung besar dari berjualan vaksin. Foto: Getty Images/John Thys
A A A
INGGRIS - Harga vaksin Pfizer di Eropa akan semakin mahal. Tidak tanggung-tanggung, naiknya mencapai 25 persen lebih mahal. Ini berdasarkan baru yang dinegosiasikan dengan Uni Eropa, menurut laporan dari Financial Times. Dan tidak hanya Pfizer, Moderna juga menaikkan harga vaksinnya di Eropa sekitar 10%.

BACA JUGA: Menjawab Kebingungan Masyarakat Tentang Vaksinasi Dosis Ketiga

Saat ini, vaksin Covid-19 milik Pfizer menjadi obat dengan pendapatan terbesar di dunia. Di 2021, perusahaan farmasi tersebut memperkirakan bakal mendapat USD33,5 miliar (Rp481 triliun) lewat berjualan vaksin.

Meski demikian, mereka mengklaim menyediakan vaksin untuk negara-negara miskin dengan harga “diskon”.

Sebelumnya, harga vaksin Pfizer di Uni Eropa adalah USD18,40 (Rp264 ribu) per dosis yang didasarkan pada teknologi mRNA baru. Sekarang, mereka akan mengenakan biaya USD23,15 (Rp332 ribu) untuk 2,1 miliar dosis yang akan dikirimkan hingga 2023, menurut Financial Times.

Moderna sebelumnya menjual vaksin ke Uni Eropa seharga USD22,60 (Rp324 ribu) per dosis tetapi sekarang jadi USD25,50 (Rp366 ribu) per dosis.

Harga baru itu sebenarnya lebih rendah dari yang diantisipasi sebelumnya, menurut Financial Times, karena UE menyesuaikan pesanan awalnya untuk mendapatkan lebih banyak dosis. Jadi, Uni Eropa rela membayar lebih mahal karena mereka memesan vaksin lebih banyak dan lebih eksklusif.

Covid-19 Jadi Bisnis, Pfizer Naikkan Harga Vaksin 25 Persen, Moderna Naik 10 Persen

Ketika perusahaan farmasi seperti Pfizer dan Moderna menjual vaksin Covid-19 untuk mendapat keuntungan—bahkan vaksin Sinovac China dijual untuk menghasilkan uang—maka vaksin AstraZeneca asal Inggris yang bisa dibilang sebagai vaksin non profit.

Meski demikian, AstraZeneca sempat mendapat pemberitaan negatif karena cukup banyak kasus yang meninggal karena pembekuan darah yang diyakini disebabkan dari vaksin tersebut.

Namun, menurut studi terbaru, Pfizer juga memiliki risiko pembekuan darah yang "mirip" dengan AstraZeneca. Dan faktanya, studi tersebut menyebut bahwa risiko Anda meninggal karena covid-19 jauh lebih tinggi daripada meninggal karena vaksin apa pun.

Vaksin Pfizer dan Moderna memang diberikan secara gratis kepada warga Uni Eropa oleh pemerintah mereka.

Yang unik, meski harga vaksinnya paling mahal, Moderna adalah perusahaan yang di dirikan pada 2010. Dan vaksin Covid-19 adalah produk komersial pertama mereka.

Sebaliknya, Pfizer adalah perusahaan farmasi yang dikenal sudah sangat lama dan memiliki berbagai lini bidang kesehatan. Tahun ini, Covid-19 menjadi bagian dari kesuksesan perusahaan mereka.

”Vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 berkontribusi terhadap USD7.8 miliar pendapatan kami secara global di kuartal kedua. Dan kami terus menjalin kerja sama dengan pemerintah di banyak negara di dunia,” ujar CEO Pfizer Albert Bourla.

BACA JUGA: Ternyata Ini Keunggulan Pelajar dan Sekolah Memakai Chrome OS Dibanding Windows

”Tahun ini kami siap menyediakan lebih dari 1 miliar dosis di 2021 dan 1 miliar lagi di 2022. Dan 40 persen dari total produksi akan dikirimkan ke negara berkembang dan miskin,” ujarnya.
(dan)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1462 seconds (10.55#12.26)