Ledakan Aneh Mengubah Langit Turki Berwarna Hijau, Warga Mengira UFO

Selasa, 03 Agustus 2021 - 11:00 WIB
loading...
Ledakan Aneh Mengubah Langit Turki Berwarna Hijau, Warga Mengira UFO
Penduduk kota Izmir, Turki menangkap momen aneh ketika sebuah objek memasuki atmosfer Bumi dan menyebabkan ledakan besar di langit. Foto/dok
A A A
ANKARA - Penduduk Kota Izmir, Turki menangkap momen aneh ketika sebuah objek memasuki atmosfer Bumi dan menyebabkan "ledakan besar" di langit. Warga panik karena dikira itu merupakan UFO karena ledakan itu mengubah langit jadi berwarna hijau.

Dilansir Express.co.uk, Selasa (3/8/2021), peristiwa itu terjadi pada Sabtu 31 Juli 2021. Warga sempat ketakutan karena mereka mengira itu merupakan kedatangan UFO.

BACA: Besok Asteroid Besar Melintasi Bumi, ika Jalurnya Berubah Bisa Kiamat Dunia

Salah seorang warga menulis di akun Twitter: "UFO telah terlihat di langit #PrayforTurkey."

Yang lain menambahkan: "Benda aneh dan terang yang diyakini sebagai puing-puing roket jatuh di Turki. Satelit?"

Untungnya, penjelasan astrofisika Dr Hasan Ali Dal dengan cepat menenangkan warga. Profesor itu memberi tahu bahwa fenomena "bola api" itu terjadi ketika sebuah meteor mulai terbakar saat memasuki atmosfer bumi.

Batuan luar angkasa akan sering hancur sebelum mencapai tanah tetapi jika mereka menabrak Bumi, mereka digolongkan sebagai meteorit. Dr Dal menjelaskan bahwa terkadang proses disintegrasi bisa terdengar seperti ledakan.

"Ini merupakan fenomena yang dikenal sebagai bintang jatuh," katanya. Sedangkan cahaya hijau yang terpancar usai ledakan disebabkan oleh jumlah nikel di dalam batu meteorit tersebut.

BACA JUGA: Pertahankan Tampang Ndeso, Toyota Corolla DX Akan Kembali Diproduksi

Sekitar 90 persen meteor tidak mengandung logam, tetapi ada juga yang seluruhnya atau sebagian terbuat dari besi dan nikel.

Hujan Meteor Perseid yang terjadi setiap tahun hingga Juli dan Agustus melihat hingga 50 meteor per jam melesat di langit dengan kecepatan 133.200 mph, dengan sebagian besar tidak pernah mencapai Bumi.
(ysw)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1496 seconds (11.252#12.26)