Serobot Pasar Boeing dan Airbus, China Siap Produksi Mesin Pesawat di 2025

Jum'at, 17 September 2021 - 06:01 WIB
loading...
Serobot Pasar Boeing dan Airbus, China Siap Produksi Mesin Pesawat di 2025
China bertekad merebut pasar Boein dan Airbus dengan memproduksi mesin pesawat di 2025. FOTO/ IST
A A A
BEIJING - China bertekad memproduksi suku cadang mesin pesawat sendiri pada 2025 mendatang. Hal ini dilakukan, karena China ingin menandingi Boeing dan Airbus.

Seperti dilansir dari South China Morning Post, produksi suku cadang penting mesin pesawat oleh China akan dipusatkan di Lingang New Area, Shanghai. BACA JUGA - Pilot Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua Mantan Anggota TNI AU

“Lingang New Area harus membangun ekosistem industri penerbangan sipil terbuka dan sistem inovasi kolaboratif internasional untuk mengembangkan dan menjamin pesawat besar dan mesin penerbangan sipil yang diproduksi di dalam negeri, dan mewujudkan kontrol independen atas teknologi inti dan key links dalam rantai pasokan,” kata Pemerintah Shanghai, mengutip perwakilan dari Industri Teknologi Tinggi dan Departemen Inovasi Sains dan Teknologi dari komite manajemen Lingang New Area.

Kemandirian China di industri penerbangan global memang sudah dimulai dengan pengembangan pesawat narrowbody COMAC C919 dan pesawat widebody CR929. Pesawat COMAC C919 digadang sebagai pesawat Made in China dan selalu dibangga-banggakan pemerintah.

China sangat berambisi merusak duopoli Airbus dan Boeing sebagai raksasa produsen pesawat global. Menurut para pakar, dari tiga syarat menuju ke sana, China sudah menguasai satu di antaranya, yakni terkait pendanaan.

Akan tetapi, syarat lainnya untuk bisa merusak hegemoni Boeing-Airbus, yakni teknologi, belum dikuasai China. Karenanya, meski China bernafsu untuk memproduksi suku cadang penting mesin pesawat sendiri, tetap saja, komponen pesawat lainnya masih mengandalkan negara lain, jauh dari kata mandiri.

Arogansi China juga membuat negara lain ‘pelit’ berbagi teknologi. Dilansir Epoch Times, Jepang menggandeng empat negara Barat, yakni Jerman, Belanda, Inggris, dan AS agar tak mentransfer empat teknologi utama ke China, meliputi artificial intelligence (AI), quantum computers, biotechnology, dan hypersonic speed.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1857 seconds (11.210#12.26)