Percaya Tidak, Manusia Neanderthal Pernah Tinggal di Rumah Putri Diana

Rabu, 20 Oktober 2021 - 09:27 WIB
loading...
Percaya Tidak, Manusia Neanderthal Pernah Tinggal di Rumah Putri Diana
Penggalian arkeologi menemukan bukti bahwa manusia purba Neanderthal pernah tinggal di rumah masa kecil Putri Diana. Foto/dok
A A A
LONDON - Mendiang Putri Diana dan manusia purba Neanderthal memang terpisah waktu hingga 40.000 tahun. Namun sebuah penggalian arkeologi menemukan bukti bahwa Neanderthal pernah tinggal di rumah masa kecil Putri Diana.

Sebuah penggalian arkeologi di Althorp, tempat mendiang Diana Spencer dibesarkan, tim menemukan tumpukan sampah kuno berisi kerang hias yang berusia 40.000 tahun, menurut The Telegraph.

"Kami tidak berpikir cangkang itu adalah sisa-sisa makanan prasejarah, karena Althorp bahkan lebih jauh dari laut daripada sekarang," kata Roger Michel, direktur Institut Arkeologi Digital, pemimpin penggalian, seperti dikutip Live Science, Rabu (20/10/2021).

BACA: Peneliti Percaya Neanderthal Dapat Berbicara Seperti Manusia Modern

Kerabat manusia modern ini tiba di daerah itu setidaknya 400.000 tahun yang lalu. Manusia modern (Homo sapiens) tiba di Inggris sekitar 40.000 tahun yang lalu. Dengan demikian, cangkang bisa saja dibuat oleh manusia purba Neanderthal .

Para arkeolog tidak sengaja menemukan artefak Paleolitik di perkebunan Spencer, yang terletak di West Northamptonshire, Inggris. Awalnya mereka mencari sisa-sisa sebuah desa kuno bernama Ollethorp, yang ditinggalkan selama Black Death abad ke-14.

Keluarga Spencer telah memiliki tanah itu sejak 1508 dan perkebunan saat ini dibangun pada 1688, menurut The Telegraph. Charles Spencer, saudara laki-laki Diana dan pemilik perkebunan saat ini, memerintahkan penggalian untuk menemukan desa kuno tersebut.

BACA JUGA: Toyota Akan Bangun Pabrik Baterai Listrik Baru di Amerika Serikat

Keberadaan Desa Ollethorp tercatat dalam Domesday Book, sebuah survei yang dilakukan pada tahun 1086 atas nama William Sang Penakluk, yang mencoba melacak siapa yang berhutang pajak padanya. Pada saat seorang saudagar wol kaya John Spencer membeli perkebunan itu pada tahun 1508, desa itu telah hilang.

Saat menggali, Michel dan timnya menemukan timbunan sampah, atau timbunan sampah, berisi kerang, yang pasti terbawa jauh dari laut. Tumpukan sampah juga berisi batu api dan tanduk yang telah terkelupas dan diukir.

Tim arkeologi di perkebunan Spencer berencana untuk terus mempelajari artefak yang telah mereka gali dan akan melanjutkan perburuan Ollethorp.
(ysw)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1458 seconds (11.210#12.26)