Sudah Punya Karier Gemilang di Bidang Kedokteran, Pria Ini Raih Gelar Doktor Fisika di Usia 89 Tahun

Selasa, 09 November 2021 - 23:19 WIB
loading...
Sudah Punya Karier Gemilang di Bidang Kedokteran, Pria Ini Raih Gelar Doktor Fisika di Usia 89 Tahun
Dr Manfred Steiner akhirnya meraih gelar Doktor atau PhD dalam bidang Fisika yang dicita-citakan sejak kecil, ketika usianya sudah 89 tahun. Foto/Ist/iflscience
RHODE ISLAND - Dr Manfred Steiner akhirnya meraih gelar Doktor atau PhD dalam bidang Fisika yang dicita-citakan sejak kecil bulan lalu. Padahal Dr Manfred Steiner yang berusia 89 tahun ini sudah punya karier gemilang di bidang kedokteran dengan meraih gelar Doctor of Medicine (MD) dan PhD.

“Ini adalah mimpi lama yang dimulai di masa kecil saya. Saya selalu ingin menjadi fisikawan. Saya tahu fisika adalah hasrat saya yang sebenarnya pada saat lulus SMA,” Steiner dikutip dari laman iflscience, Selasa (9/11/2021). (Baca juga; Wujudkan Mimpi yang Tertunda, Wisudawan Unpad Ini Berhasil Raih Doktor di Usia 73 Tahun )

Steiner yang mengajar dan kuliah di Brown University memiliki karier yang panjang dan bagus di bidang kedokteran di mana ia mendapatkan gelar MD dan PhD. Namun, prestasi itu tak menyurutkan hasratnya terhadap bidang fisika. (Baca juga; Usia 24 Tahun, Diva Kurnianingtyas Doktor Termuda di Wisuda ITS )

Ketika dia pensiun pada tahun 2000, Steiner mulai menghadiri kuliah sebagai sarjana Fisika di MIT dan melanjutkan di Brown University, sebagai mahasiswa khusus. Selain hasrat yang besar terhadap Fisika, Steiner tetap kuliah bukan sekadar meraih gelar Doktor ketiga di bidang berbeda, namun untuk menjaga pikirannya agar tetap tajam di usianya yang tidak muda lagi.



Awalnya dia mengambil satu atau dua kelas per semester, tetapi pada tahun 2007 dia mampu menyelesaikan semua persyaratan untuk masuk sekolah pascasarjana dan diterima di program PhD. Kemudian dia mencari penasihat disertasi dan menemukan ahli teori materi padat Brad Marston.

Pada awalnya Brad Marston agak skeptis terhadap kemampuan Steiner karena sebagai mahasiswa dia sudah terlalu tua berusia lebih dari 70 tahun alias seorang septuagenarian. “Sejujurnya, saya skeptis karena orang-orang biasanya tidak suka fisika, terutama fisika teoretis, apalagi pada usia lanjut,” kata Marston.

Tapi Marston tidak memberikan Steiner kelonggaran atau kemudahan ketika sampai pada topik PhD-nya. Dia menyuruh Steiner menangani masalah kompleks Bosonisasi. Marston dan mendiang rekannya Tony Houghton menyerahkan kepada Steiner untuk memecahkannya untuk meraih gelar Doktor Fisika.

Steiner akhirnya meraih gelar Doktor Fisika dan penemuannya saat disertasi bakal diterbitkan bersama Marston. Steiner bukan hanya menjadi Doktor Fisika tertua tapi juga Fisikawan tertua yang menerbitkan teorinya dalam buku.

“Saya benar-benar berada di puncak dunia,” kata Steiner. “PhD adalah salah satu yang paling saya hargai karena itulah yang saya perjuangkan sepanjang hidup saya,” tutur pria kelahiran Wina, Austria.
(wib)
KOMENTAR ANDA