Benarkah Tembok China Bisa Dilihat dari Luar Angkasa? Ini Jawaban Ilmuwan

Senin, 06 Desember 2021 - 15:00 WIB
loading...
Benarkah Tembok China Bisa Dilihat dari Luar Angkasa? Ini Jawaban Ilmuwan
Sejak 1932, ketika Ripleys Believe It or Not! menyebut bahwa Tembok besar China satu-satunya karya manusia yang dapat terlihat dari bulan, benarkah? Foto/dok
JAKARTA - Sejak 1932, ketika "Ripley's Believe It or Not!" menyebut bahwa Tembok besar China satu-satunya karya manusia yang dapat terlihat dari bulan, pendapat ini diklaim sebagai suatu kebenaran.

Namun belakangan klaim itu diragukan, bahkan astronot China pertama Yang Liwei mengaku tak bisa melihat Tembok China dari luar angkasa.

Dilansir dari Live Science, Senin (6/12/2021), untuk melihat obyek di bumi tidak bisa dilakukan dengan mata telanjang. Karena bumi dari jarak sekitar 370.000 kilometer terlihat seperti bola biru-putih yang mengintip melalui awan yang melimpah.

BACA: Fakta-fakta Baru Tembok Besar China Terungkap Satu Persatu



Bahkan pada hari yang cerah, satu-satunya fitur di Bumi yang dapat terlihat oleh mata astronot dari bulan adalah benda-benda besar seperti Jazirah Arab, daratan dengan panjang 1.900 kilometer dan lebar 2.100 kilometer.

Bahkan manusia pertama China di luar angkasa, Yang Liwei, yang mempertaruhkan kebanggaan nasional, mengakui bahwa dia tidak dapat memilih Tembok Besar China selama misi 14-orbitnya pada tahun 2003. Kabut polusi yang meluas di China mungkin juga menjadi penghalang untuk melihat Tembok China.

Menurut Norberto López-Gil, seorang profesor ilmu penglihatan di Universitas Murcia, Spanyol, melihat tembok dari luar angkasa secara fisik tidak mungkin dilakukan oleh mata manusia.

Gil mengatakan, melihat Tembok Besar China dari jarak 160 kilometer akan seperti melihat kabel selebar dua sentimeter dari jarak 500 meter.

BACA JUGA: Bukan Kaleng-kaleng, Ini Mobil Khusus untuk Evakuasi di Lokasi Bencana

"Untuk melihatnya, mata Anda membutuhkan setidaknya tiga kali lebih tajam daripada mata elang karena kemampuan ini di luar batas fisik sel kerucut retina manusia," katanya.



Secara khusus, satelit dengan pencitraan radar dan resolusi tinggi memang dapat dengan mudah memantau Tembok Besar China tapi itu tidak mungkin dilakukan mata manusia.
(ysw)
KOMENTAR ANDA