Gletser Kiamat di Antartika Berisiko Mencair, Bumi Terancam Tenggelam

Kamis, 16 Desember 2021 - 19:02 WIB
loading...
Gletser Kiamat di Antartika Berisiko Mencair, Bumi Terancam Tenggelam
Gletser Thwaites seukuran Inggris di Antartika telah membuang 50 miliar ton es ke lautan akibat pemanasan global. Foto/dok
JAKARTA - Gletser Thwaites seukuran Inggris di Antartika telah membuang 50 miliar ton es ke lautan akibat pemanasan global. Kini para ilmuwan memperingatkan kalau Gletser Thwaites yang dikenal sebagai 'gletser kiamat' karena resikonya itu bisa dan menyebabkan bumi tenggelam.

Ahli glasiologi Prof Ted Scambos yang juga koordinator utama AS untuk International Thwaites Glacier Collaboration (ITGC) mengatakan, sekarang gletser itu dalam risiko serius keruntuhan. Kondisi ini hanya bisa bertahan beberapa tahun lagi mengingat air laut yang memanas perlahan-lahan mencairkan gletser dari bawah.

Peneliti AS dan Inggris mengungkapkan kalau gletser itu telah membuang 50 miliar ton es ke laut setiap tahun. Ini memiliki dampak pada permukaan laut global saat ini. Karena jika seluruh gletser itu mencair akan meningkatkan ketinggian laut hingga 65 cm.

BACA: Ilmuwan Ungkap Bumi Sudah di Ambang Kiamat, Ini Tanda-tandanya



Selama berabad-abad, kemungkinan kiamat dari mencairnya es di antartika dianggap tidak mungkin. Namun tim peneliti mengatakan Gletser Thwaites sekarang semakin cepat mencair akibat perubahan iklim yang drastis.

“Akan ada perubahan dramatis di bagian depan gletser, mungkin dalam waktu kurang dari satu dekade. Baik studi yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan menunjukkan ke arah itu,” kata Prof Ted Scambos, seperti dikutip Mirror, Kamis (16/12/2021).

Di ujung lain dunia, suhu 38C di Siberia selama gelombang panas pada musim panas 2020 telah diakui sebagai rekor di Arktik. Suhu tersebut tercatat di stasiun pengamatan meteorologi di kota Verkhoyansk Rusia pada 20 Juni 2020, dan telah diakui sebagai rekor oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

BACA JUGA: LG Patenkan Layar Lipat untuk Dahboard Mobil

WMO mengatakan suhu, yang lebih cocok untuk Mediterania daripada kutub, terjadi selama kondisi yang rata-rata mencapai 10C di atas normal untuk sebagian besar musim panas di Siberia Arktik.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA