Berusia 99 Juta Tahun, Bunga Purba Ini Tetap Utuh Terawetkan Sempurna

Kamis, 03 Februari 2022 - 12:02 WIB
loading...
Berusia 99 Juta Tahun, Bunga Purba Ini Tetap Utuh Terawetkan Sempurna
Fosil bunga purba ini berusia sekitar 99 juta tahun dan bentuknya tetap utuh terawetkan sempurna dalam gumpalan amber. Foto/BBC
A A A
FOSIL bunga purba ini berusia sekitar 99 juta tahun dan bentuknya tetap utuh terawetkan sempurna dalam gumpalan amber. Dua fosil bunga dalam gumpalan amber era dinosaurus ini ditemukan di Negara Bagian Kachin di Myanmar utara.

Amber adalah resin pohon yang menjadi fosil dan dihargai karena warna serta kecantikannya. Biasanya amber berkualitas bagus digunakan dalam pembuatan barang permata dan ornamen.

Fosil bunga ini hampir mirip dengan beberapa tanaman berbunga di Afrika Selatan saat ini tetap tidak berubah selama 99 juta tahun. Penemuan fosil bunga purba ini menjadi menarik untuk mengungkap bagaimana bisa berevolusi dalam waktu lama dan berada di dua tempat berbeda yang jauh.

"Bunga-bunga khusus ini hampir identik dengan kerabat modern mereka. Bahkan, sebenarnya tidak ada perbedaan besar," kata Robert Spicer, seorang profesor emeritus di School of Environment, Earth and Ecosystem Sciences di The Open University di Inggris dikutip SINDOnews dari laman BBC, Kamis (3/2/2022).

Baca juga; Fosil Bunga berusia 164 Juta Tahun Ditemukan di China

Spicer yang juga profesor tamu di Kebun Raya Tropis Xishuangbanna, China, menambahkan, evolusi dan penyebaran tanaman berbunga (angiospermae) memainkan peran kunci dalam membentuk sebagian besar kehidupan. Misalnya diversifikasi serangga, amfibi, mamalia, burung, dan akhirnya menandai pertama kalinya ketika kehidupan di darat menjadi lebih beragam daripada di laut.

Bunga purba yang ditemukan awet dalam damar dinamai oleh peneliti, Eophylica priscatellata dan yang lainnya Phylica piloburmensis. Kedua bunga ini memiliki genus yang sama dengan bunga Phylica yang berasal dari Afrika Selatan saat ini.
Berusia 99 Juta Tahun, Bunga Purba Ini Tetap Utuh Terawetkan Sempurna


Baca juga; Terungkap, Dampak Asteroid Pemusnah Dinosaurus Ciptakan Hutan Hujan di Amerika Selatan

Spicer mengaku belum mengetahui pasti kapan tepatnya tanaman berbunga pertama kali muncul. Namun, bunga awal yang diawetkan dalam damar menjelaskan misteri tersebut. Spesimen menunjukkan ciri-ciri identik dengan bunga di daerah rawan kebakaran, seperti daerah fynbos yang unik di Afrika Selatan.

Sebanyak 150 spesies Phylica berasal dari wilayah yang kaya dan beragam secara biologis ini. Mereka juga ditemukan di samping amber yang berisi tanaman yang terbakar sebagian. "Itu menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap lingkungan kering musiman yang mendukung vegetasi yang sering terkena kebakaran hutan," kata Spicer.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1183 seconds (10.101#12.26)