Penemuan Kota Bawah Tanah di Turki, Tempat Berlindung Umat Kristen dari Kekejaman Tentara Romawi

Minggu, 15 Mei 2022 - 17:32 WIB
loading...
Penemuan Kota Bawah Tanah di Turki, Tempat Berlindung Umat Kristen dari Kekejaman Tentara Romawi
Tim penggalian menemukan gua bawah tanah Distrik Midyat Provinsi Mardin, Turki. Foto/Anadolu Agency/Live Science
ANKARA - Sisa bangunan kota bawah tanah berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan di Distrik Midyat Provinsi Mardin, Turki . Kota bawah tanah ini diperkirakan mampu menampung 70.000 orang dan digunakan sebagai tempat berlindung .

Ruang bawah tanah pertama dari kompleks kuno ditemukan sekitar dua tahun lalu, ketika dilakukan pelestarian jalan-jalan dan rumah-rumah bersejarah di Distrik Midyat. Para pekerja di proyek tersebut pertama kali menemukan sebuah gua batu kapur dan jalan masuk ke kota tersembunyi lainnya.

Para arkeolog saat ini menemukan 49 kamar yang telah digali di kompleks kota bawah tanah serta bagian penghubung, sumur air, silo penyimpanan biji-bijian, kamar rumah, dan tempat ibadah. Termasuk gereja Kristen dan aula besar dengan simbol Bintang Daud di atas tembok, yang diperkirakan merupakan sinagoga Yahudi.

Baca juga; Struktur Kota Kuno di Italia Terlihat seperti Tubuh Manusia



Artefak yang ditemukan di dalam gua-gua, termasuk koin era Romawi dan lampu minyak, menunjukkan bahwa kompleks bawah tanah itu dibangun sekitar abad kedua atau ketiga Masehi. Direktur Museum Mardin dan Kepala Penggalian Gani Tarkan mengatakan, para arkeolog baru menggali sekitar 5% area situs bersejarah itu.

“Kota bawah tanah di daerah , yang sekarang dikenal sebagai Matiate, telah dieksplorasi seluas lebih dari 10.000 meter persegi. Dia perkirakan seluruh kompleks luasnya sekitar 400.000 meter persegi dan mampu menampung antara 60.000 dan 70.000 orang,” katanya kepada kepada Anadolu Agency dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Minggu (15/5/2022).

Dia mengungkapkan, ada kemungkinan bahwa kota bawah tanah ini awalnya berfungsi sebagai tempat perlindungan. Khususnya untuk umat Kristen, dan juga orang Yahudi, pada masa itu dari kekejaman tentara Romawi.

“Ini pertama kali dibangun sebagai tempat persembunyian atau tempat pelarian. Kekristenan bukan agama resmi di abad kedua [dan] keluarga dan kelompok yang menerima agama Kristen umumnya berlindung di kota-kota bawah tanah untuk menghindari penganiayaan Roma,” kata Tarkan.

Baca juga; Arkeolog Turki Temukan Tembok Benteng Kota Kuno Pergamon Sepanjang 1,5 Km
halaman ke-1
KOMENTAR ANDA