Citra Satelit Rekam Wilayah India yang Membara Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Selasa, 17 Mei 2022 - 22:35 WIB
loading...
Citra Satelit Rekam Wilayah India yang Membara Akibat Gelombang Panas Ekstrem
India telah menghadapi gelombang panas yang luar biasa selama berbulan-bulan yang telah menyebabkan puluhan kematian, kebakaran, peningkatan polusi udara, dan penurunan hasil panen. Foto/Outlookindia
NEW DELHI - India telah menghadapi gelombang panas yang luar biasa selama berbulan-bulan yang telah menyebabkan puluhan kematian, kebakaran, peningkatan polusi udara, dan penurunan hasil panen. Citra satelit merekam sejumlah wilayah yang membara akibat gelombang panas ekstrem di Ibu Kota New Delhi.

Eksperimen Radiometer Termal Ekosistem Antariksa NASA pada instrumen Stasiun Luar Angkasa (ECOSTRESS) mendokumentasikan suhu ekstrem di daerah perkotaan di sekitar Delhi, India selama gelombang panas yang bersejarah. Instrumen ini juga mengukur suhu ekstrem dari luar angkasa pada resolusi spasial tertinggi dari instrumen satelit mana pun.

Dikutip dari laman techexplorist, Selasa (17/5/2022), ECOSTRESS telah mengambil gambar sesaat sebelum tengah malam pada 5 Mei 2022 di daerah perkotaan dan lahan pertanian di barat laut Delhi. Wilayah seluas 12.350 kilometer persegi ini dihuni oleh sekitar 28 juta orang.

Baca juga; Suhu Terus Meningkat, Gelombang Panas Panggang India



Gambar dari ECOSTRESS berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk memahami aspek peristiwa cuaca yang mungkin diabaikan oleh jaringan pengamatan tradisional. Aktivitas manusia dan material yang digunakan dalam lingkungan binaan menyebabkan kota menjadi jauh lebih hangat daripada pedesaan di sekitarnya.
Citra Satelit Rekam Wilayah India yang Membara Akibat Gelombang Panas Ekstrem


Wilayah yang membara di perkotaan ini didefinisikan dengan jelas dalam foto. Suhu di Delhi dan banyak desa kecil melebihi 35 derajat Celcius pada malam hari dan temperatur tertinggi sekitar 39 derajat Celcius.

Menurut data ini, penduduk kota mengalami suhu yang jauh lebih tinggi daripada suhu rata-rata untuk wilayah mereka. Diluncurkan pada tahun 2018, instrumen tersebut mampu mengukur suhu tanah dan merekam fenomena terkait panas lainnya.

Baca juga; Selandia Baru Diterjang Gelombang Panas Terparah sejak 1909
(wib)
KOMENTAR ANDA