Inilah Spesifikasi dan Kecanggihan Kapal Induk Drone Pertama China

Jum'at, 03 Juni 2022 - 14:13 WIB
loading...
Inilah Spesifikasi dan Kecanggihan Kapal Induk Drone Pertama China
Kapal induk drone pertama China. FOTO/ IST
A A A
BEIJING - China telah meluncurkan kapal induk kecerdasan buatan (AI) pertama yang mampu meluncurkan serangan militer sendiri. Segudang peralatan canggih diaplikasikan di kapal induk tersebut untuk melumpuhkan senjata lawan.

Seperti dilansir dari The Sun, Jumat (3/6/2022) menurut Beijing, kapal induk itu dirancang untuk penelitian kelautan tetapi sudah ada kekhawatiran bahwa kapal itu dapat digunakan untuk meluncurkan serangan terhadap Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan musuh lainnya.

BACA JUGA - Kapal-kapal Inggris dan NATO Kuntit 9 Kapal Perang Rusia di Laut Utara

Pembawa remote control bernama Zhu Hai Yun memiliki kapasitas untuk membawa sekitar 50 drone udara, darat dan kapal selam. Upacara peluncuran diadakan di galangan kapal di Guangzhou.

Sebagian besar buritan kapal terdiri dari dek terbuka di mana drone terbang dapat mendarat dan disimpan bersama drone jenis lain. Ada juga situs peluncuran dan pemulihan drone.

Kapal induk sepanjang 88,4 meter ini dapat mencapai kecepatan maksimum 32,2 kilometer per jam dan dikatakan memiliki sistem operasi AI yang memungkinkannya beroperasi secara mandiri tanpa manusia.

Sementara China bersikeras bahwa kapal itu dibangun untuk tujuan penelitian di laut, namun pihak lain mencatat bahwa potensi di bidang militer sangat besar.

Kemampuan kapal induk untuk memantau wilayah yang luas memungkinkan angkatan laut China untuk menemukan dan menargetkan kapal musuh atau memperluas patroli di Samudra Pasifik melalui penggunaan drone atau senjata lainnya.

Analis keamanan senior Rand Post di think tank AS di Amerika Serikat, Timothy Heath, mengatakan kapal induk itu pasti memiliki aplikasi militer.

“Pembawa drone mungkin ditempatkan di lokasi terpencil untuk menempatkan ranjau darat pintar, itu salah satu contoh penggunaannya,” kata Heath kepada South China Morning Post.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1818 seconds (11.252#12.26)