Insiden Taburan Suar Inframerah dan Sekam, Jet J-16 China Bikin Poseidon Australia Kelilipan

Selasa, 07 Juni 2022 - 09:13 WIB
loading...
Insiden Taburan Suar Inframerah dan Sekam, Jet J-16 China Bikin Poseidon Australia Kelilipan
Jet J-16 melepaskan suar inframerah (decoy flare) dan sekam (chaff) saat bermanuver di depan pesawat Poseidon Australia. Foto/The War Zone
A A A
MANILA - Ketegangan di atas Laut China Selatan terjadi antara jet tempur J-16 Flanker Tentara Pembebasan Rakyat China dengan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon Australia. Jet J-16 melepaskan suar inframerah (decoy flare) dan sekam (chaff) saat bermanuver di depan pesawat Poseidon Australia yang sedang berpatroli rutin.

Manuver ini dinilai sangat berbahaya dan bisa mengundang konsekuensi yang mematikan dalam sebuah aksi intersep (pencegatan) di udara. Apalagi ada sebuah aturan tak tertulis dalam melakukan aksi intersep udara, “boleh dilihat tapi jangan disentuh”. Ini mengisyaratkan dilarang melakukan kontak fisik yang disengaja (langsung atau tidak langsung).

Dikutip dari laman The War Zone, Selasa (7/6/2022), Robert S Hopkins III, seorang pilot pengintai strategis Angkatan Udara AS mengatakan, bahwa suar inframerah dan sekam bisa berbahaya jika masuk ke dalam mesin pesawat. Konseunsi lain, inspeksi pasca-penerbangan mengakibatkan kerusakan mesin, mengardekan jet, dan menimbulkan biaya tambahan.

Baca juga; Misteri Jet Tempur Generasi Ke-6 AS, Program Rahasia yang Bikin Penasaran

Menurut Departemen Pertahanan Australia, insiden taburan suar inframerah dan sekam jet J-16 China di depan Poseidon Australia terjadi pada 26 Mei 2022. Saat kejadian pesawat P-8A Poseidon, sedang berpatroli melakukan pengawasan rutin beroperasi di atas perairan internasional di Laut China Selatan.

Kemudian jet J-16 dilaporkan berada di samping Poseidon, dan melepaskan suar inframerah (decoy flare). Setelah itu jet J-16 bermanuver memotong di depan pesawat Poseidon Australia dan melepaskan sekam (chaff).
Insiden Taburan Suar Inframerah dan Sekam, Jet J-16 China Bikin Poseidon Australia Kelilipan

Pesawat patroli maritim P-8A Poseidon Australia. Foto/Australian Department of Defense

Chaff biasanya digunakan untuk membutakan dan membingungkan radar pesawat musuh dan pertahanan udara berbasis darat dan laut, serta rudal yang dipandu radar. Sekam datang dalam berbagai bentuk, dari strip seperti foil hingga potongan seperti filamen berlapis logam yang tersebar setelah dilepaskan dari pesawat.

Baca juga; Didekati Pesawat Pembom Rusia, Norwegia Kerahkan Jet-jet Tempur F-16

Chaff membuat gambaran palsu dari beberapa target di layar radar atau membanjiri layar dengan banyak penampakan. Hal yang sama dapat dikatakan untuk membingungkan pencari rudal yang dipandu radar.

“Pencegatan itu menghasilkan manuver berbahaya yang menimbulkan ancaman keselamatan bagi pesawat P-8 dan awaknya,” kata Departemen Pertahanan Australia dalam sebuah pernyataan dikutip SINDOnewa dari laman The War Zone.
Insiden Taburan Suar Inframerah dan Sekam, Jet J-16 China Bikin Poseidon Australia Kelilipan

Jet Rafael Mirage Prancis melepaskan suar inframerah (decoy flare) dan sekam (chaff). Foto/lacroix-defense

Sekam dapat tetap berada di ketinggian untuk waktu yang lama dan dapat diterbangkan oleh tiupan angin. Menurut Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, sekam yang dijatuhkan oleh Jet J-16 dari "jarak yang sangat dekat" dan pada konsentrasi tinggi, membuat beberapa strip aluminium ini tertelan ke salah satu mesin P-8.

Kotoran benda asing (FOD), seperti sekam, dapat membahayakan atau bahkan menghancurkan mesin, yang terutama mengkhawatirkan saat terbang di dekat aktor yang bermusuhan. Beijing belum mengomentari insiden itu tetapi telah klaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, dalam beberapa tahun terakhir dan secara signifikan memperluas jejak militernya di wilayah tersebut.

“Jelas, kami tidak ingin melihat peningkatan militerisasi di Laut China Selatan. Ini adalah perairan yang sangat terhubung dengan Australia karena perdagangan kami, yang melewati sana,” kata Menteri Pertahanan Australia Richard Marles kepada wartawan.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2252 seconds (11.252#12.26)