Teleskop Luar Angkasa Rp144,9 Triliun Ditabrak Meteoroid, Ini Dampaknya

Kamis, 09 Juni 2022 - 17:42 WIB
loading...
Teleskop Luar Angkasa Rp144,9 Triliun Ditabrak Meteoroid, Ini Dampaknya
Biaya pembuatan teleskop luar angkasa James Webb mencapai Rp144,9 triliun. Teleskop itu rencananya akan resmi beroperasi pada Oktober 2022 namun sudah duluan kena tabrak meteoroid. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Teleskop luar angkasa James Webb yang menghabiskan biaya pembuatan USD10 miliar atau setara Rp144,9 triliun ditabrak meteoroid kecil baru-baru ini. Tabrakan itu dikonfirmasi oleh NASA melalui keterangan resmi.

Uniknya menurut mereka tabrakan itu bukan hal baru buat teleskop James Webb. Sejak pertama kali diluncurkan ke luar angkasa pada Desember 2021, teleskop triliunan rupiah itu sudah lima kali kena tabrak benda-benda angkasa. Termasuk di antaranya meteoroid kecil yang baru-baru ini menabrak.

"Tabrakan terbaru adalah yang paliung besar," tulis keterangan resmi NASA.

Baca juga : Gara-gara Pintu Mobil, Tom Cruise Kena Daftar Hitam Bugatti

Teleskop Luar Angkasa Rp144,9 Triliun Ditabrak Meteoroid, Ini Dampaknya



Tabrakan yang disebabkan meteor kecil itu menurut NASA membuat salah satu cermin lapis emas yang ada di teleskop tidak sejajar. Hanya saja hal itu tidak mengganggu kerja teleskop selama berada di uar angkasa.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat itu juga memastikan tabrakan tidak membuat teleskop James Webb keluar dari orbit. Kerja penuh teleskop itu akan tetap berjalan sesuai agenda.

Baca juga : Elon Musk Bakal Bikin Fitur Baru di Mobil Karyawan Tesla agar Cuma Bisa Jalan ke Kantor

Sementara NASA memastikan sejak pertama kali dibuat teleskop James Webb memang sudah disiapkan untuk menerima segala potensi tabrakan dari benda-benda di luar angkasa. Mereka bahkan telah melakukan simulasi potensi tabrakan yang tidak akan mengganggu kinerja teleskop tersebut.

“Kami selalu tahu bahwa James Webb harus menghadapi lingkungan luar angkasa, yang meliputi sinar ultraviolet yang keras dan partikel bermuatan dari Matahari, sinar kosmik dari sumber-sumber eksotis di galaksi, dan serangan mikrometeoroid sesekali di dalam tata surya kita,” kata Paul Geithner, NASA Technical Deputy Project Manager.

“Kami merancang dan membangun James Webb dengan memastikannya dapat melakukan misi sains yang ambisius bahkan setelah bertahun-tahun di luar angkasa,” tambahnya lagi.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1182 seconds (10.101#12.26)