Gletser Gunung Everest Mencair, Base Camp Pendaki Mulai Dipindah

Jum'at, 17 Juni 2022 - 11:49 WIB
loading...
Gletser Gunung Everest Mencair, Base Camp Pendaki Mulai Dipindah
Base camp Gunung Everest kini berada dalam bahaya karena mencair dan menipisnya gletser Khumbu yang lokasinya berdekatan. Foto/BBC
A A A
JAKARTA - Nepal tengah berupaya memindahkan base camp Gunung Everest karena adanya potensi gletser yang mencair dan aktivitas pendaki yang semakin tidak aman.

Diketahui saat ini base camp Gunung Everest yang ada di Nepal terletak berdekatan dengan gletser Khumbu. Sebelumnya tempat perhentian awal pendakian Gunung Everest itu selalu digunakan oleh 1.500 pendaki setiap musim pendakian dimulai.

Hanya saja saat ini disebutkan BBC, gletser Khumbu mengalami pencairan yang sangat cepat. Hal itu terjadi karena adanya perubahan iklim ekstrem dan dampak dari aktivitas manusia yang sangat tinggi.

Hal itu membuat Nepal berupaya memindahkan base camp ke lokasi baru. Saat ini base camp yang sudah lama digunakan berada di ketinggian 5.364 meter. Nantinya base camp akan dipindahkan turun sejauh 200 meter hingga 400 meter.

Lokasi baru itu juga diklaim merupakan titik yang tidak tertutup oleh es sepanjang tahun. Jadi sangat ideal untuk beraktivitas, tinggal dan melakukan mobilisasi para pendaki.

Baca juga : Denda Naik Motor Pakai Sandal di Berbagai Negara, di India Bisa Dikurung 15 Hari

Gletser Gunung Everest Mencair, Base Camp Pendaki Mulai Dipindah


"Kami sekarang sedang mempersiapkan relokasi dan kami akan segera memulai konsultasi dengan semua pemangku kepentingan," ujar Taranath Adhikari, Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal.

Berdasarkan laporan para peneliti, gletser Khumbu, seperti gletser lain yang ada di Himalaya memang secara cepat mengalami pencairan dan penipisan. Hal itu terjadi karena adanya pemanasan global yang sangat tinggi.

Penelitian yang dilakukan Leeds University pada 2918 menyebutkan bahwa gletser melepas 9,5 juta kubik meter air setiap tahunnya. Gletser juga mengalami penipisan hingga 1 meter per tahun.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1626 seconds (10.177#12.26)