Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia Ditangkap di Kamboja, Pari Raksasa Ini Beratnya 300 Kg

Selasa, 21 Juni 2022 - 18:38 WIB
loading...
Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia Ditangkap di Kamboja, Pari Raksasa Ini Beratnya 300 Kg
Nelayan, peneliti, dan pejabat perikanan menunjukkan ikan pari air tawar raksasa yang ditangkap di Sungai Mekong, Kamboja, pada 14 Juni 2022. Foto/Mongabay/Wonders of the Mekong
PHNOM PHEN - Ikan air tawar terbesar yang tercatat di dunia ditangkap di Sungai Mekong, Kamboja. Pari raksasa ini berukuran hampir empat meter dari moncong ke ekor dan beratnya sekitar 300 kilogram (Kg).

Ikan pari itu ditangkap oleh seorang nelayan setempat di selatan Stung Treng, di timur laut Kamboja pada 13 Juni 2022. Nelayan itu kemudian memberi tahu tim ilmuwan terdekat dari proyek Wonders of the Mekong (Keajaiban Mekong).

“Ketika Anda melihat ikan ukuran ini, terutama di air tawar, sulit untuk dipahami, semua tim tercengang,” kata pemimpin Keajaiban Mekong Zeb Hogan dalam sebuah wawancara online dari University of Nevada, Reno, dikutip SINDOnews dari laman cbc.ca, Selasa (21/6/2022).

Baca juga; Saudara Pesut Mahakam, Lumba-lumba Irrawaddy Terakhir Mati Terjerat Alat Pancing



Rekor sebelumnya untuk ikan air tawar terbesar adalah ikan lele raksasa Mekong seberat 293 kilogram, ditemukan di Thailand pada tahun 2005. Ikan air tawar didefinisikan sebagai ikan yang menghabiskan seluruh hidupnya di air tawar, berbeda dengan spesies laut raksasa, seperti tuna sirip biru dan marlin, atau ikan yang bermigrasi antara air tawar dan air asin, seperti sturgeon beluga besar.

Sungai Mekong mengalir melalui China, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Sungai Mekong adalah rumah bagi beberapa spesies ikan air tawar raksasa.

Tekanan terhadap lingkungan sungai yang meningkat membuat para ilmuwan khawatir mengganggu tempat pemijahan ikan. “Fakta bahwa ikan masih bisa sebesar ini adalah tanda harapan untuk Sungai Mekong,” kata Hogan.

Baca juga; Nelayan Kamboja Tangkap Ikan Pari Raksasa di Sungai Mekong

Para peneliti mengatakan itu adalah ikan pari raksasa keempat yang dilaporkan di daerah yang sama dalam dua bulan terakhir, semuanya betina. Mereka pikir ini mungkin tempat pemijahan untuk spesies tersebut.

Penduduk setempat menjuluki ikan pari itu "Boramy," atau "bulan purnama," karena bentuknya yang bulat dan karena bulan berada di cakrawala ketika dibebaskan pada 14 Juni. Nelayan yang beruntung menemukan diberi kompensasi sesuai harga pasar, menerima pembayaran sekitar USD600 sekitar Rp8,9 juta.
(wib)
KOMENTAR ANDA