Kabar Gembira, Seekor Bayi Gajah Sumatera Betina Lahir di PLG Padang Pesugihan

Rabu, 13 Juli 2022 - 17:30 WIB
loading...
Kabar Gembira, Seekor Bayi Gajah Sumatera Betina Lahir di PLG Padang Pesugihan
Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dengan jenis kelamin betina lahir di Pusat Latihan Gajah (PLG) Jalur 21 Padang Sugihan. Foto/Facebook Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
A A A
PALEMBANG - Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dengan jenis kelamin betina lahir di Pusat Latihan Gajah (PLG) Jalur 21 Padang Sugihan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bayi gajah sumatera betina itu lahir pada Rabu 13 Juli 2022 pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran morfometri bayi gajah, tinggi badannya sekitar 77 cm, lingkar badan 102 cm, lingkar kaki belakang 49 cm, lingkar kaki depan 50 cm, panjang ekor 39 cm, dan panjang belalai 36 cm. Struktur organ fisik tubuh luar antara lain kepala sempurna, telinga kiri kanan lengkap, badan lengkap, kaki depan (kiri dan kanan) lengkap sempurna, kaki belakang (kiri dan kanan) lengkap sempurna, ekor sempurna.

Bayi gajah tersebut merupakan hasil peranakan dari indukan gajah betina Elsa (24 tahun 10 bulan) asal Air Sugihan Jalur 18 dan indukan gajah jantan Gapula (31 tahun) asal Talang Mante Banyuasin. Gajah jantan Gapula merupakan gajah binaan PLG Jalur 21 Padang Sugihan yang dirawat oleh mahout Hariyanto. Saat ini jumlah gajah binaan di PLG Jalur 21 Padang Sugihan total sebanyak 28 ekor.

Baca juga; Bayi Gajah di Aceh Mati Setelah Kehilangan Separuh Belalainya

“Kami sangat bergembira menyambut kelahiran bayi gajah betina di area PLG Jalur 21 Padang Sugihan. Ini merupakan pencapaian dalam upaya pelestarian dan peningkatan populasi gajah sumatera, khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata dikutip 8SINDOnews dari akun Facebook Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (13/7/2022).

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik KLHK, Indra Eksploitasia, menjelaskan bahwa gajah sumatera merupakan satwa prioritas berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: SK.180/IV-KKH/2015 tentang Penetapan Dua Puluh Lima Satwa Terancam Punah Prioritas untuk ditingkatkan Populasinya sebesar 10%.

Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/ MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/ 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Baca juga; Lucunya Bayi Gajah Sumatera yang Lahir di Taman Nasional Gunung Leuser
Kabar Gembira, Seekor Bayi Gajah Sumatera Betina Lahir di PLG Padang Pesugihan


Gajah sumatera masuk dalam kategori Endangered (terancam punah) menurut Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Untuk itu, Indra memberikan apresiasi kepada BKSDA Sumsel yang telah berhasil mengelola PLG sehingga tujuan pelestarian satwa gajah dengan meningkatkan populasi gajah dapat tercapai melalui program exsitu link to insitu.

“Ke depan, melalui program tersebut dengan lahirnya anak-anak gajah di exsitu dapat menambah keragaman genetik populasi di alam. Semoga gajah sumatera di habitat alam khususnya Sumsel dan di Sumatera pada umumnya dapat terus lestari,” ujar Indra.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1665 seconds (11.252#12.26)