Bikin Ngeri, Ada 6.100 Meteorit Jatuh ke Bumi Setiap Tahun

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 18:00 WIB
loading...
Bikin Ngeri, Ada 6.100 Meteorit Jatuh ke Bumi Setiap Tahun
Setiap tahun ada jutaan pecahan batu dari luar angkasa meluncur ke Bumi, namun terbakar di atmosfer Bumi dan terlihat seperti bintang jatuh di langit. Foto/UniverseExplained
A A A
MONTEVIDEO - Setiap tahun ada jutaan pecahan batu dari luar angkasa meluncur ke Bumi , namun terbakar di atmosfer Bumi dan terlihat seperti bintang jatuh di langit. Dari jumlah tersebut, setiap tahun ada sekitar 6.100 meteorit yang menembus atmosfer dan jatuh di permukaan Bumi.

Batuan dari luar angkasa yang mendarat di Bumi dikenal sebagai meteorit. Para ilmuwan memperkirakan bahwa kurang dari 10.000 meteorit bertabrakan ke tanah atau air Bumi. Batuan luar angkasa yang biasanya berakhir sebagai meteorit dikenal sebagai meteoroid, asteroid kecil, atau anggota batuan terkecil dari tata surya.

“Sekitar 6.100 meteorit jatuh per tahun di seluruh Bumi, dan sekitar 1.800 (jatuh) di atas daratan,” kata Gonzalo Tancredi, astronom di University of the Republic di Montevideo, Uruguay, dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Sabtu (27/8/2022).

Baca juga; Ini Perbedaan Antara Meteor, Meteorit, dan Asteroid

Menurut American Meteor Society (AMS) ukuran meteorit mulai dari batu-batu besar berukuran sekitar 3 kaki atau 1 meter hingga mikrometeoroid seukuran butiran debu. Untuk memperkirakan berapa banyak meteorit yang berhasil menghantam Bumi setiap tahun, Tancredi menganalisis data dari Meteoritical Society.

Dari data tahun 2007 hingga 2018, ada 95 laporan meteorit jatuh ke Bumi, rata-rata sekitar 7,9 laporan per tahun. Mustahil untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak meteorit yang jatuh ke laut dan tenggelam ke dasar tanpa terdeteksi.

Tancredi memperkirakan bahwa jumlah total meteorit terestrial yang jatuh di atas Bumi kira-kira sama dengan jumlah meteorit yang dilaporkan di daerah perkotaan dibagi dengan persentase daratan Bumi yang tertutup oleh urban sprawl. Diketahui, 29% permukaan bumi ditutupi oleh daratan dan 55% orang tinggal di daerah perkotaan, mencakup sekitar 0,44% lahan.

Baca juga; Meteorit Seberat 14 Kilogram Ditemukan di Hutan Swedia
Bikin Ngeri, Ada 6.100 Meteorit Jatuh ke Bumi Setiap Tahun


Tancredi mencatat bahwa batuan ruang angkasa berukuran sekitar 33 kaki atau 10 meter diperkirakan memasuki atmosfer bumi setiap enam sampai 10 tahun. Sebuah batu yang cukup besar untuk menghasilkan ledakan seperti peristiwa Tunguska 1908 di Rusia terjadi setiap 500 tahun.

Dampak kosmik besar dari batu dengan lebar sekitar 3.280 kaki atau 1 km, diperkirakan terjadi setiap 300.000 hingga 500.000 tahun. “Sedangkan tabrakan seperti yang mengakhiri periode Kapur dan melenyapkan dinosaurus mungkin terjadi sekali dalam 100 juta hingga 200 juta tahun,” katanya.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1866 seconds (11.210#12.26)