Beginilah Cara Ular Mencerna Makanan Tanpa Mengunyah

Rabu, 07 September 2022 - 15:55 WIB
loading...
Beginilah Cara Ular Mencerna Makanan Tanpa Mengunyah
Cara ular mencerna makanan tanpa mengunyah rupanya cukup unik untuk diperhatikan. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Cara ular mencerna makanan tanpa mengunyah rupanya cukup unik untuk diperhatikan. Setelah ditelisik ternyata sistem pencernaan hewan satu ini memang cukup istimewa.

Melansir dari scienceabc.com, secara sekilas ular sebenarnya memiliki organ dalam yang sama seperti manusia misalnya seperti jantung, paru paru, ginjal, hati dan pankreas.

Baca juga : Mengapa Ular Titanoboa Punah? Ini Penjelasannya

Biasanya ular memangsa makanan yang berukuran kecil seperti tikus, burung, kodok dan terkadang ular lainnya. Namun ada juga beberapa jenis ular yang memiliki buruan besar seperti jenis anakonda, boa dan piton.

Ular ini memiliki rahang yang lentur dan dapat bergerak. Sehingga makanan dapat terdorong ke dalam, sementara taringnya berfungsi supaya mangsanya tidak melarikan diri.

Makanan tersebut kemudian masuk melalui kerongkongan menuju ke perut. Seperti kebanyakan hewan lain, di dalam perutnya juga terdapat kandungan asam klorida yaitu enzim yang berguna untuk mencerna makanan.

Selain itu ular juga memiliki pankreas, hati dan kantong empedu yang juga dapat mengeluarkan enzim pencernaan ke dalam usus setelah makananya ini menuju usus kecil.

Secara teoritis ular dapat menelan sebagian besar hewan yang ditelannya termasuk juga bagian yang keras seperti tulang. Satu-satunya bagian yang tersisa adalah rambut.

Biasanya ular akan mengeluarkan rambut ini bersamaan dengan pembuangan kotorannya. Namun sistem pencernaan ini tidak semudah seperti kedengarannya.

Beberapa ular berukuran besar yang memiliki mangsa yang besar pula justru lebih sering menghabiskan waktunya untuk mencerna makanan ketimbang berburu.

Ketika ular memangsa makanan mereka akan meningkatkan sistem metabolismenya hingga 2 sampai 3 kali lipat. Hewan ini akan memperkuat otot jantung dan sistem peredaran darah untuk membantu memompa lebih banyak darah dan meningkatkan sistem pencernaan.

Baca juga : 9 Jenis Ular Paling Berbahaya di Dunia

Begitu mangsa memasuki perut dalam rentang beberapa jam, pH lambung turun dari 7,5 menjadi 2 dan kemudian menjadi 1,5. Pada proses ini hewan besar seperti kijang atau bahkan buaya akan dicerna dengan otot perut yang akan terus mengocok mereka sama halnya dengan kerja gigi pada manusia.

Perut ular ini akan terus mencerna makannya selama beberapa hari atau bahkan minggu tergantung pada ukurannya.

Pencernaan yang selama beberapa minggu ini ternyata membutuhkan banyak energi karena ular harus terus menerus mengeluarkan enzim dan zat asam untuk membantunya.

Ular juga akan meningkatkan asupan oksigen nya ke tingkat yang sama seperti manusia yang sedang berlari. Hal ini juga menempatkan ular pada posisi yang rentan.

Karena makanan yang besar ini akan mengurangi fleksibilitas gerak ular nantinya sehingga mudah untuk diburu.

Kelemahan lain adalah ketika ular menelan mangsa yang memiliki tanduk, ini nantinya dapat merusak organ dalamnya. Mencoba memakan sesuatu yang terlalu besar juga dapat membuat sistem pencernaan ular hancur.

Kemudian setelah mencerna makanan yang berukuran besar ular akan biasanya akan menjaga diri mereka agar tetap hangat supaya tidak terkena infeksi dari bakteri akibat pembusukan makanan di dalam tubuhnya.
(bim)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1630 seconds (10.177#12.26)