Cara Gajah Kawin, Betina Akan Menuntun Jantan Menuju Klimaks

Jum'at, 23 September 2022 - 13:15 WIB
loading...
Cara Gajah Kawin, Betina Akan Menuntun Jantan Menuju Klimaks
Cara Gajah Kawin, yang terbilang unik dan menarik untuk di bahas. FOTO/ IST
A A A
Cara gajah kawin t erbilang unik dan menarik perhatian peneliti. Jika musim kawin gajah berputar-putar dan satwa berbelalai panjang ini memberi peringatan kepada setiap orang yang ingin mengusirnya dan tak jarang mengejar.

Seperti dilansir dari IFL Science Jumat (23/9/2022), baik gajah jantan maupun betina, memiliki dua kelenjar yang terbuka di antara mata dan telinga. Dari lubang ini, keluar cairan yang disebut temporin.

BACA JUGA - Tragis, Usai Hari Gajah Sedunia, Gajah Jinak di Aceh Tewas

Dan jika musim kawin kawin atau ketika memasuki periode musth, yaitu periode meningkatnya hormon reproduksi, gajah jantan akan mengeluarkan cairan yang berbeda dalam viskositas daripada cairan yang disekresikan ketika mereka tidak dalam periode musth.

Musth, dalam bahasa Hindi, berarti mabuk. Dalam periode “mabuk” ini, fisik gajah jantan berada dalam keadaan yang prima.

Dan biasanya pada periode ini mereka melakukan pengembangbiakan. Indera penciuman yang tajam merupakan senjata mereka untuk menilai status reproduksi satu sama lain.

Pada gajah betina, estrus (panas) adalah tanda ovulasi dan kemampuan untuk hamil. Estrus ini terjadi hanya beberapa hari pada setiap tahun. Oleh karena periode kawin yang sangat singkat inilah, gajah betina tidak pernah jauh dari gajah jantan.

Kematangan seksual seekor gajah betina terjadi pada usia 12—15 tahun dan selama 60 tahun. Pada periode estrus, aroma mereka menarik perhatian gajah jantan.

Hormon mereka pun bisa diendus melalui air seni dan kotoran. Secara umum, gajah betina mencapai kematangan seksual antara usia 12 hingga 15 tahun dan selama 60 tahun, akan melahirkan lima hingga 15 keturunan

Pada periode kawin yang singkat itu, seekor gajah betina akan memberikan tanda dengan cara mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan berlari cepat meninggalkan kelompoknya. Dia tidak akan berhenti untuk seekor gajah jantan muda.

Dia baru akan melambat ketika ada jantan yang lebih besar dan dominan. Itu berarti bahwa dia mengizinkan gajah jantan itu untuk menangkapnya.

Periode kawin yang singkat membuat gajah betina tidak mau jauh dari gajah jantan. Mereka mungkin kawin beberapa kali. Dan gajah betina mungkin tinggal bersama gajah jantan sampai akhir masa estrusnya.

Perlu diketahui bahwa masa gestasi gajah betina berlangsung selama 22 bulan. Lebih lama daripada hewan lainnya. Jarak jarak kehamilan antara 3—9 tahun. Dan pada umumnya, hanya seekor anak yang dilahirkan.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0801 seconds (10.55#12.26)