Profil Dr Anna Gabrielan, Istri Dokter Tentara AS yang Dituduh Bocorkan Data Rumah Sakit Militer ke Rusia

Senin, 10 Oktober 2022 - 17:10 WIB
loading...
Profil Dr Anna Gabrielan, Istri Dokter Tentara AS yang Dituduh Bocorkan Data Rumah Sakit Militer ke Rusia
Pasangan Mayor Jamie Lee Henry (39) dan Dr Anna Gabrielian (36), didakwa atas tuduhan memberikan informasi medis rahasia ke Rusia. Foto/Tvpworld/US Army/US District Court of Maryland
A A A
WASHINGTON - Pasangan Mayor Jamie Lee Henry (39) dan Dr Anna Gabrielian (36), didakwa atas tuduhan memberikan informasi medis rahasia ke Rusia. Dalam persidangan di pengadilan Maryland, akhir September 2022, Departemen Kehakiman (DoJ) mengungkapkan bahwa Jamie Lee Henry, dan istrinya telah didakwa atas dugaan mencoba untuk menyerahkan catatan medis pasien militer Amerika Serikat (AS) ke Moskow.

Anna Gabrielian, merupakan seorang ahli anestesi sipil di Baltimore, dan pasangannya, Jamie Lee Henry, seorang dokter penyakit dalam yang ditugaskan di Fort Bragg di North Carolina. Otoritas federal menggambarkan Henry sebagai mayor di Angkatan Darat AS dengan izin keamanan tingkat rahasia.

Selama masa dugaan konspirasi, Henry bekerja sebagai staf internis yang ditempatkan di Fort Bragg, rumah Korps Lintas Udara XVIII Angkatan Darat, markas Komando Operasi Khusus Angkatan Darat AS dan Pusat Medis Angkatan Darat Womack.

“Henry telah bertugas di Angkatan Darat sejak 2007,” kata Matt Leonard, juru bicara otoritas federal dikutip SINDOnews dari laman Washingtonpost yang diterbitkan 30 September 2022.

Baca juga; Profil James Lee Henry, Tentara Transgender yang Dituduh Bocorkan Data Rahasia AS ke Rusia

Pihak berwenang menggambarkan Gabrielian sebagai ahli anestesi di "lembaga medis" yang tidak disebutkan namanya di Baltimore. Catatan online untuk Johns Hopkins Medicine mencantumkan Gabrielian sebagai instruktur anestesiologi dan kedokteran perawatan kritis.

Dalam sebuah pernyataan, pejabat Johns Hopkins mengatakan Gabrielian telah menjadi staf sejak 2019 dan cuti pada Kamis. “Kami terkejut mengetahui berita ini pagi ini dan berniat untuk bekerja sama sepenuhnya dengan para penyelidik,” menurut pernyataan dari Kim Hoppe, wakil presiden komunikasi untuk Johns Hopkins Medicine.

Menurut dakwaan federal, Gabrielian menghubungi langsung Kedutaan Besar Rusia melalui email dan telepon, menawarkan bantuan kepada dia dan pasangannya. Dia kemudian mendengar dari seseorang yang mengaku mewakili kedutaan tetapi sebenarnya adalah agen FBI yang menyamar.

Baca juga; Profil Nikola Tesla, Ilmuwan dengan Banyak Penemuan Futuristik

Keduanya diduga bertemu di sebuah hotel Baltimore pada 17 Agustus dengan agen FBI yang menyamar. Pihak berwenang menuliskan, “Selama pertemuan itu, Gabrielian mengatakan kepada (agen yang menyamar) bahwa dia termotivasi oleh patriotisme terhadap Rusia untuk memberikan bantuan apa pun yang dia bisa ke Rusia, bahkan jika itu berarti dipecat atau dipenjara.”

Beberapa hari setelah pertemuan itu, Gabrielian mengirim pesan berkode ke agen, menyiratkan bahwa Henry bisa mendapatkan sampel "puisi" yang siap untuk dikirim. Pada 31 Agustus, pejabat federal menegaskan, ketiganya bertemu di sebuah hotel di Gaithersburg, di mana para dokter memberikan informasi medis untuk setidaknya tujuh orang yang berbeda.

Gebrielian dan Henry sekarang menghadapi tuduhan konspirasi dan membocorkan data informasi kesehatan militer ke Rusia. Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi hukuman maksimum lima tahun penjara federal untuk konspirasi, dan maksimum 10 tahun penjara federal untuk setiap jumlah pengungkapan informasi kesehatan yang dapat diidentifikasi secara individu.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1524 seconds (10.101#12.26)