Ahli Sebut Kota Canggih Bawah Tanah Milik Putin Tak Aman dari Nuklir

Jum'at, 11 November 2022 - 18:07 WIB
loading...
Ahli Sebut Kota Canggih Bawah Tanah Milik Putin Tak Aman dari Nuklir
Valdimir Putin siap ciptakan kiamat di Eropa dengan mengerahkan semua senjata nuklir yang dimilikinya. FOTO/ SOT
A A A
MOSCOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam Eropa dan negara Sekutu Amerika Serikat dengan perang nuklir jika turut campur membela Ukraina. Namun menurut para ilmuwan serangan tersebut justru akan membunuh Putin sendiri.

BACA JUGA - Sejarah Bom Nuklir

Menurut para ahli, meskipun Putin memiliki beberapa bunker pelindung nuklir yang terletak di bawah pegunungan, hal itu tak akan bisa menangkalnya.

Berbicara kepada Newsweek, Thom Davies, seorang profesor geografi di Universitas Nottingham mengatakan: “Jika terjadi perang nuklir antarbenua, Bunker pegunungan milik Putin yang menawarkan 'perlindungan ledakan' bukan jaminan,''

Benteng berteknologi tinggi ini terletak di Pegunungan Altai dan dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal dari perang nuklir.

Masalah ini diinformasikan oleh pakar politik Rusia Valert Solevey, 61.

Solevey sebelumnya menuduh Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu memiliki masalah mental karena diam-diam menjalani ritual aneh.

Selain itu, Solovey juga mengklaim Putin memiliki masalah kesehatan yang tidak pernah diungkapkan ke publik.

Namun, Moskow membantah tuduhan Solevey dan dia pernah ditahan selama beberapa jam untuk diinterogasi oleh pihak berwenang.

"Akhir pekan lalu, keluarga Putin dipindahkan ke benteng khusus untuk persiapan perang nuklir,''

“Benteng ini terletak di pegunungan Altai,''

"Fasilitas itu bisa dikatakan bukan benteng, tapi 'kota bawah tanah' yang dilengkapi dengan berbagai teknologi tinggi," katanya.

Ditanya tentang anggota keluarga Putin y ang dievakuasi ke benteng, Solevey mengatakan pemimpin Rusia itu tidak mengungkapkan banyak tentang kehidupan pribadinya.

"Mungkin kedua putrinya dan pacar Putin dipindahkan ke benteng," katanya.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1135 seconds (10.177#12.26)