Warga Pulau Hawaii Bakal Diteror Hujan Jutaan Semut Api

Selasa, 15 November 2022 - 11:16 WIB
loading...
Warga Pulau Hawaii Bakal Diteror Hujan Jutaan Semut Api
Hawaii bakal diteror oleh jutaan semut api. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Otoritas pulau Hawaii mengumumkan kondisi mengkhawatirkan akan adanya teror hujan jutaan semut api. Kehadiran semut api itu malah disinyalir bakal jadi rekor baru.

Pasalnya kehadiran jutaan semut api di pulau Hawaii itu nanti diprediksi akan jadi yang tertinggi yang pernah ada di pulau tersebut. Sebelumnya keberadaan semut api pertama kali ditemukan di Hawai pada 1999.

Otoritas setempat juga telah memastikan keberadaan semut api itu sudah terlihat di Kauai, Hawaii. Potensi terjadinya hujan semut api terjadi karena adanya kemungkinan angin besar yang melanda Hawaii.

Angin itu akan membawa semut-semut api yang memang tidak memiliki genggaman kuat pada tempat mereka berada. Kondisi itu justru akan membuat penyebaran semut api lebih meluas.

Baca juga : Sukses Bantu Ukraina, Quantum-System Ingin Jadi Produsen Drone Terbaik di Eropa

Warga Pulau Hawaii Bakal Diteror Hujan Jutaan Semut Api


Hal itu tidak hanya merugikan masyarakat Hawaii tapi juga menimbulkan risiko bagi hewan peliharaan dan sektor. Selain itu ancaman semut api juga jadi hal yang merugikan bagi bisnis wisata di Hawaii.

Heather Forester, dari Hawaii Ant Lab mengatakan teror jutaan semut api yang mengancam Hawaii akan jadi situasi yang mengkhawatirkan. Pasalnya jutaan semut api itu tidak pandang bulu saat menyerang warga.

Baca juga : Sedan Paling Mewah dari Honda Kini Punya Desain dan Performa Baru

"Kami sudah mendapat banyak laporan tentang mereka yang menyengat orang saat mereka tidur di kamar," ujar Heather Forester.

Sementara The Department of Land and Natural Resources of Hawaii menyebutkan semut api merupakan spesies invasif terburuk di dunia. Mereka menambahkan bahwa serangga tersebut dapat menghasilkan sengatan yang menyakitkan. Parahnya sengatan itu bisa membuat bilur merah besar dan dapat menyebabkan kebutaan pada hewan peliharaan.

"Mereka dapat membangun koloni yang sangat besar di tanah, di pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lainnya, dan di dalam gedung dan rumah dan benar-benar menguasai properti," ungkap mereka.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1576 seconds (10.177#12.26)