Apa Itu Aliran Apokaliptik? Sebuah Paham yang Dikaitkan dengan Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Selasa, 15 November 2022 - 21:09 WIB
loading...
Apa Itu Aliran Apokaliptik? Sebuah Paham yang Dikaitkan dengan Kematian Satu Keluarga di Kalideres
Istilah apokaliptik mungkin terdengar cukup asing bagi sebagian orang. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Istilah apokaliptik mungkin terdengar cukup asing bagi sebagian orang. Terbaru, aliran tersebut mencuat ke publik ketika dikaitkan dengan peristiwa kematia n satu keluarga di Kalideres.

Lantas, apa sebenarnya aliran apokaliptik ini?

Apokaliptisisme memiliki makna yang cukup luas dan beragam. Sebagai contoh, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Apokaliptik diartikan sebagai bersifat apokalips dan berkaitan dengan kehancuran atau kiamat.

Baca juga : Gelombang Panas 'Apokaliptik' Menghanguskan Barat Daya AS

Sementara menurut Britannica, apokaliptisisme merupakan sebuah pandangan yang berfokus pada campur tangan Tuhan yang dramatis dan dahsyat, serta penghakiman untuk semua orang.

Dikutip dari laman GotQuestions, apokaliptik merupakan sebuah kepercayaan bahwa dunia ini akan berakhir. Dalam perkembangannya, hal ini sering digambarkan seperti ramalan-ramalan tentang kiamat.

Singkatnya, apokaliptisisme ini merupakan kepercayaan terhadap akhir zaman. Saking luasnya, dalam beberapa kepercayaan atau sekte tertentu bisa terjadi perbedaan pendapat yang signifikan, terutama dalam kaitannya dengan waktu dan kapan terjadinya akhir dari dunia.

Lebih lanjut, kepercayaan seperti apokaliptik ini meramalkan akhir dunia yang pasti. Adapun sebabnya sendiri bisa terjadi karena pergolakan besar yang diikuti perubahan drastis pada keadaan di dunia.

Baca juga : Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog UI Menduga Penganut Apokaliptik

Dalam sebagian kepercayaan agama, hal ini mungkin cukup identik dengan istilah hari kiamat atau hari penghakiman.

Sebelumnya, istilah tentang apokaliptik ini mencuat di tengah peristiwa meninggalnya satu keluarga di Kalideres yang diduga karena tidak makan berhari-hari. Adapun pendapat ini muncul dari Kriminolog Universitas Indonesia yang bernama Adrianus Meliala.

Bukan tanpa alasan, pandangan tersebut didasarkan pada sejumlah fakta temuan pihak berwajib, seperti tidak ditemukannya makanan maupun minuman di rumah tersebut. Selain itu, bahkan kulkasnya pun tampak kosong tak berisi.

"Mungkin, keempatnya adalah penganut keyakinan menyimpang tentang hidup setelah mati. Tindakan melaparkan diri adalah bagian untuk mencapai kesempurnaan hidup," ujar Adrianus seperti dikutip Senin (14/11/2022).
(bim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1558 seconds (11.210#12.26)