Bantu Sukseskan G20, Begini Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca

Rabu, 16 November 2022 - 16:37 WIB
loading...
Bantu Sukseskan G20, Begini Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca
pemerintah Indonesia diketahui menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam KTT G20 Bali. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Dalam rencana mensukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pemerintah Indonesia diketahui menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) .

Dikutip dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan atas prediksi potensi hujan yang tinggi di wilayah Bali di bulan November 2022 ini.

Baca juga : Modifikasi Cuaca Dinilai Efektif Menekan Kebakaran Hutan

Hal tersebut tentu memicu kekhawatiran apabila turunnya hujan bisa mengganggu jalannya KTT G20, khususnya bagi kegiatan atau aktivitas yang dilakukan di luar ruangan atau outdoor.

Dalam pelaksanaannya, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini didasarkan pada surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nomor B-4859/MENKO/MARVES/HM.02.00/X/2022 tanggal 12 Oktober 2022.

Dalam isinya, terdapat permintaan kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyiapkan pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mendukung proses berlangsungnya KTT G20 di Bali.

Baca juga : Teknologi Modifikasi Cuaca Antisipasi Potensi Bencana Banjir

Lantas, apa sebenarnya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini? Dan bagaimanakah cara kerjanya?

Dikutip dari laman Kemenkeu, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) merupakan bentuk usaha manusia guna memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu. Biasanya, TMC digunakan untuk meningkatkan intensitas curah hujan ataupun menurunkan intensitas hujan di suatu tempat.

Secara umum, cara kerja Teknologi Modifikasi Cuaca dikenal dengan menggunakan pesawat yang membawa bahan semai berupa NaCI ke awan lewat udara. Namun, seiring waktu para peneliti menemukan metode lain.

Mereka telah merancang metode penyampaian bahan semai dari darat ke awan menggunakan Ground Based Generator (GBG) dan pohon flare untuk sistem statis. Teknisnya, kedua metode ini memanfaatkan adanya awan orografik atau jenis awan yang tumbuh di sekitar pegunungan.

Sebelum dilakukan untuk G20, penggunaan TMC ini sudah beberapa kali dilakukan, termasuk saat gelaran MotoGP Mandalika hingga penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pada agenda G20 ini, operasi TMC telah dilakukan sejak 10 November 2022 dengan dukungan 4 armada pesawat dari TNI Angkatan Udara (AU).
(bim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1812 seconds (11.210#12.26)