Ribuan Anjing Laut Tewas karena Dicurigai sebagai Senjata Rusia?

Selasa, 06 Desember 2022 - 14:40 WIB
loading...
Ribuan Anjing Laut Tewas karena Dicurigai sebagai Senjata Rusia?
Ribuan anjing laut tewas diduga dibunuh karena dicurigai sebagai senjata Rusia. FOTO/ IST
A A A
MOSCOW - 2.500 anjing laut tewas secara misterius di pantai Rusia. Mamalia laut itu diduga tewas dibunuhh karena dicurigai sebagai senjata mematikan Rusia.

BACA JUGA - Rusia Selidiki Kematian Misterius 2.500 Anjing Laut

Kepala Pusat Perlindungan Lingkungan Kaspia, Zaur Gapizov, mengatakan kelompok mamalia tersebut diyakini telah mati selama beberapa minggu terakhir.

"Tidak ada pertanyaan bahwa itu dibunuh atau ditangkap di jaring ikan," katanya seperti dilansir dari Daily Mail Selasa (6/12/2022).

Menyusul kejadian tersebut, para ahli dan jaksa Badan Perikanan Federal yang memeriksa tempat kejadian mengumpulkan data untuk penelitian laboratorium yang juga tidak menemukan sampel yang terkait dengan pencemaran.

Beberapa insiden serupa kematian alami telah dilaporkan sebelumnya termasuk tiga insiden serupa di Kazakhstan.

Data dari Badan Perikanan Federal memperkirakan populasi anjing laut di Laut Kaspia antara 270.000 dan 300.000 individu.

Sebelumnya, Institut Biologi Kelautan Murmansk dan Oseanarium Sevastopol dituding dikendalikan pemerintah Rusia untuk melibatkan lumba-lumba dan anjing laut untuk berperang.

Ilmuwan membeberkan ada sejarah panjang lumba-lumba dan anjing laut dilatih di Sevastopol. Hewan-hewan itu dilatih untuk melindungi pintu masuk ke pangkalan angkatan laut, mencari ranjau bawah air dan, jika perlu, membunuh penyusup yang memasuki wilayah Rusia.

Russia Beyond melaporkan bahwa militer Rusia memperoleh lima lumba-lumba hidung botol pada Agustus 2016 dan tender untuk pembelian lumba-lumba tersebut diumumkan di situs web Pembelian Negara.

Menurut laporan TV Zvezda, milik Kementerian Pertahanan Rusia, tak hanya lumba-lumba dan anjing laut, paus putih bahkan telah dilatih untuk perang militer.

"Terutama tentang paus putih dengan sonar yang sangat sensitif, rencananya paus putih bisa bertugas di pintu masuk pangkalan angkatan laut." kata cerita Zvezda seperti dilansir dari Daily Start.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4012 seconds (10.55#12.26)