Singidunum Kekaisaran Romawi Ditemukan di Serbia, Berupa Permukiman dan Pemakaman Mewah

Selasa, 04 Juli 2023 - 09:54 WIB
Para arkeolog menemukan 14 makam era kekaisaran Romawi dan sisa-sisa saluran air di pusat Beograd, ibu kota Serbia. Foto/Live Science/Belgrade City Museum
BEOGRAD - Para arkeolog menemukan 14 makam era kekaisaran Romawi dan sisa-sisa saluran air di pusat Beograd, ibu kota Serbia . Penemuan tersebut berasal dari periode ketika kota itu merupakan permukiman mewah yang dikenal sebagai Singidunum dalam Kekaisaran Romawi.

Menurut pemerintah kota Beograd, Singidunum didirikan di situs kota Kelt pada abad pertama setelah Romawi mengalahkan suku-suku yang bermusuhan di daerah tersebut. Singidum kemudian menjadi salah satu permukiman utama provinsi Romawi Moesia, wilayah perbatasan di selatan Sungai Danube.

Kaisar Hadrian, yang memerintah dari tahun 117 hingga 138 M, memberikan status kota Singidunum dan menjadikan penduduknya warga negara Romawi. Kaisar Jovian, yang memerintah dari tahun 363 hingga 364, lahir di sana pada tahun 331.



Tentara dari dua legiun Romawi ditempatkan di sana untuk melindunginya, termasuk tanah di dekatnya dari invasi orang Dacia, Dardanian, Scordisci, dan suku-suku musuh lainnya. Singidunum kemudian menjadi pusat Kekristenan Romawi di wilayah tersebut, dan untuk sementara waktu menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Timur (juga dikenal sebagai Kekaisaran Bizantium).



Namun, Singidunum jatuh pada tahun 441 karena invasi suku Hun, yang membakarnya hingga rata dengan tanah dan memperbudak penduduknya. Situs bersejarah ini ditemukan ketika sedang dilakukan penggalian pembangunan garasi parkir bawah tanah di pusat Beograd Maret 2023.



Para arkeolog menemukan 14 makam dan sisa-sisa saluran air Romawi setelah melakukan penggalian sedalam 60 meter di situs bersejarah itu. Saluran air itu diperkirakan dibangun pada abad kedua sebagai perpanjangan dari saluran air sebelumnya yang memasok air ke benteng Romawi di dekatnya.

“Sejauh ini, kami telah menemukan 14 makam Romawi dari abad ketiga dan keempat,” kata Milorad Ignjatovic, arkeolog di Museum Kota Beograd, kepada situs web Serbia Sve o arheologiji dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Selasa (4/7/2023).
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More