Cuaca Ekstrem Hantui Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan

loading...
Cuaca Ekstrem Hantui Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
BMKG mengingatkan periode sepekan ke depan akan terjadi potensi cuaca ekstrem. Ditambah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
JAKARTA - Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam sepekan ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

BMKG mengingatkan periode sepekan ke depan akan terjadi potensi cuaca ekstrem. Ditambah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. (Baca juga: NASA Rilis Nada Dering yang Dibuat dari Data Pola Cuaca Planet Mars )

Di antaranya, Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung. "Kemudian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan," kata Guswanto Deputi Bidang Meteorologi BMKG dikutip dari situs resminya, Senin (23/11/2020).

Ada juga wilayah Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua yang juga diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem.



Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan.

Dia menjelaskan, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa selatan Kalimantan. Ini membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan utara Aceh, mulai dari Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, di Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan. Serta, dari Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata bagian selatan.

Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan sebaginya.



Begitu juga dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem. Antara lain, banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair )
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top