Turki Berambisi Jelajahi Bulan, Uji Coba Roket Mulai 2023

Selasa, 22 Juni 2021 - 09:04 WIB
loading...
Turki Berambisi Jelajahi Bulan, Uji Coba Roket Mulai 2023
Turki tak mau ketinggalan dalam perlombaan menjelajah luar angkasa dan berencana mengirim penjelajah ke bulan pada akhir dekade ini. Foto/ilustrasi
ANKARA - Turki tak mau ketinggalan dalam perlombaan menjelajah luar angkasa dan berencana mengirim rover ke Bulan pada akhir dekade ini. Tak mau tergantung denga teknologi negara lain, Turki akan menggunakan mesin roket buatan dalam negeri yang pertama kali akan uji coba terbang terbang ke bulan pada 2023.

Berbicara pada Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Global (GLEX) 2021 di St. Petersburg, Rusia, pada Selasa 16 Juni 2021, Serdar Hüseyin Yildirim, presiden Badan Antariksa Turki (TUA), membahas rincian program luar angkasa negara itu, yang secara resmi diresmikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Februari tahun ini.

BACA: Erdogan Menargetkan Astronot Turki Terbang ke Bulan Pada Tahun 2023

Penjelajah yang akan diluncurkan pada 2028 atau 2029 itu, menurut Yildirim, akan mendarat di bulan dan mengumpulkan data ilmiah.

Roket yang meluncurkan penjelajah bulan akan dibangun di dalam negeri, menggunakan mesin hibrida. "Saat ini roket tersebut sedang dikembangkan di Turki ," kata Yildirim seperti dikutip Live Science, Selasa (22/6/2021).

Untuk membantu memastikannya siap untuk peluncuran rover, prototipe roket akan terbang ke bulan pada akhir 2023, jika semuanya berjalan sesuai rencana.



"Kami bermaksud menggunakan mesin kami sendiri untuk mencapai bulan. Namun untuk fase ini, pesawat luar angkasa kami akan dibawa ke orbit rendah Bumi dengan kerjasama internasional," kata Yildirim.

Menurut sebuah laporan oleh Turkish Anadolu Press Agency, misi 2023 akan melakukan pendaratan kasar di bulan, yang akan membantu para insinyur Turki mengumpulkan data untuk pendaratan lunak pada akhir 2030-an.

BACA JUGA: Di Timor Leste, Telkomcel Bikin Aplikasi Seperti GoFood

Turki juga berencana mengirim astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk melakukan eksperimen ilmiah. "Kami mencoba untuk menyelesaikan negosiasi kami dengan para pihak," kata Yildirim. "Dalam beberapa bulan mereka akan selesai, dan kami akan memulai proses pelatihan."



Program Luar Angkasa Nasional Turki, yang diterbitkan pada Februari tahun ini, juga memperkirakan pembentukan pelabuhan antariksa lokal Turki dan pengembangan sistem satelit penentuan posisi dan waktu domestik regional.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA