Sinyal Misterius Dikirim dari Bintang Katai di Luar Tata Surya ke Bumi

Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:07 WIB
loading...
Sinyal Misterius Dikirim dari Bintang Katai di Luar Tata Surya ke Bumi
Para astronom menemukan sinyal misterius tak terduga dari empat bintai katai yang jaraknya 160 juta tahun cahaya dari tata surya. Foto/dok
JAKARTA - Para astronom menemukan sinyal misterius tak terduga dari empat bintang katai yang jaraknya 160 juta tahun cahaya dari tata surya. Menurut analisis sinyal, aktivitas tersebut merupakan bukti keberadaan exoplanet yang tidak terlihat.

Astronom memastikan sinyal tersebut bukan datang dari peradaban asing di luar planet, melainkan hasil interaksi antara planet ekstrasurya dan medan magnet bintang. Interaksi itu menghasilkan aurora yang sangat kuat yang dapat dideteksi menggunakan Low Frequency Array (LOFAR), teleskop radio kuat yang ada di Belanda.

"Kami telah menemukan sinyal dari 19 bintang katai merah jauh, empat di antaranya paling baik dijelaskan oleh keberadaan planet yang mengorbitnya," kata fisikawan Benjamin Pope dari University of Queensland di Australia seperti dikutip Live Science, Selasa (12/10/2021).

BACA: Atmosfer Pluto Perlahan Menghilang, Astronom Melihat Pegunungan Salju



Astronom sudah lama mengetahui bahwa planet-planet di Tata Surya kita memancarkan gelombang radio yang kuat saat medan magnetnya berinteraksi dengan angin matahari.

Namun sinyal radio dari planet-planet di luar Tata Surya kita belum pernah terdeteksi. Penemuan ini merupakan langkah penting untuk astronomi radio dan berpotensi mengarah pada penemuan planet di seluruh galaksi.

Diperkirakan bahwa planet yang mengorbit dekat bintang katai merah mungkin menghasilkan emisi serupa tetapi lebih kuat daripada yang dihasilkan oleh Jupiter dan Io, menghasilkan aurora di kutub bintang.

Emisi radio katai merah pertama yang konsisten dengan jenis interaksi ini ditemukan di bintang katai merah tahun lalu. Sekarang para ilmuwan telah membuat jaring yang lebih besar sehingga menghasilkan tiga bintang baru.

"Model kami untuk emisi radio dari bintang-bintang kami ini adalah versi Jupiter dan Io yang ditingkatkan," kata astronom Joseph Callingham dari Institut Radio Astronomi Belanda (ASTRON), yang memimpin penelitian ini.
halaman ke-1
preload video
KOMENTAR ANDA