5 Sungai Paling Tercemar di Dunia, Nomor 3 Dikenal Sebagai Sejarah Peradaban

Selasa, 15 Maret 2022 - 08:01 WIB
loading...
5 Sungai Paling Tercemar di Dunia, Nomor 3 Dikenal Sebagai Sejarah Peradaban
Beberapa sungai di dunia tercemar akibat industrialisasi berat, kurangnya kesadaran publik, dan kebijakan pemerintah yang lemah. Foto/cgtn
A A A
JAKARTA - Beberapa sungai di dunia tercemar akibat industrialisasi berat, kurangnya kesadaran publik, dan kebijakan pemerintah yang lemah. Namun, sejak masa lampau, manusia juga telah merusak dan mencemari sungai secara luas.

Sejarah telah menunjukkan bahwa campur tangan manusia selalu mengganggu keseimbangan alam melalui berbagai aktvitas. Saat ini, sejumlah besar sungai di dunia telah tercemar oleh campur tangan manusia.

Memang sangat disayangkan untuk bahwa banyak sungai kondisinya berada di ambang kematian. Inilah daftar 5 sungai paling tercemar di dunia dikutip SINDOnews dari laman Helpsavenature, Selasa (15/3/2022).

1. Sungai Mississippi, Amerika Serikat
5 Sungai Paling Tercemar di Dunia, Nomor 3 Dikenal Sebagai Sejarah Peradaban


Sebuah laporan tahun 2012 oleh kelompok Environment Missouri mengatakan bahwa pada tahun 2010, sekitar 12,7 juta pon limbah beracun dibuang ke sungai Mississippi. Ini termasuk bahan kimia beracun seperti nitrat, benzena, dan arsenik.

Sungai utama dari sistem drainase terbesar di Amerika Utara ini adalah sumber daya alam dan ekonomi terbesar untuk jantung Amerika Serikat. Lembah sungai Mississippi adalah salah satu daerah pertanian yang paling subur.

Saat ini, wilayah yang mengelilingi muara sungai disebut 'Zona Mati', karena ganggang berbahaya yang tumbuh di sungai yang tercemar menyerap semua oksigen. Jadi mustahil bagi organisme lain untuk bertahan hidup.

Baca juga; Mississippi, Negara Bagian Kedua AS yang Gugat China karena COVID-19

2. Sungai Marilao, Filipina
5 Sungai Paling Tercemar di Dunia, Nomor 3 Dikenal Sebagai Sejarah Peradaban


Sungai Marilao mengalir melalui Metro Manila di Filipina. Polusinya adalah salah satu penyebab utama keprihatinan baik bagi pemerintah Filipina maupun dunia. Benda-benda berbahaya yang tidak dapat didaur ulang seperti botol plastik, sandal karet, dan lain-lain, banyak ditemukan mengambang di sungai.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1508 seconds (10.55#12.26)