5 Logam Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Capai Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 20 April 2022 - 12:56 WIB
loading...
5 Logam Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Capai Ratusan Juta Rupiah
Logam termahal di dunia menjadi salah satu hal yang menarik untuk diketahui. Pada umumnya, logam ini merupakan salah satu komoditas yang paling sering diperdagangkan di dunia.Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Logam termahal di dunia menjadi salah satu hal yang menarik untuk diketahui. Pada umumnya, logam ini merupakan salah satu komoditas yang paling sering diperdagangkan di dunia.

Sebagian orang mungkin hanya mengetahui emas sebagai salah satu jenis dari logam. Padahal, masih banyak jenis logam lainnya yang tentunya memiliki harga yang lebih mahal juga dari emas.

Lantas, jenis logam apakah yang termasuk sebagai logam termahal di dunia? Dilansir dari situs Luxury Columnist, berikut ulasannya.

1. Platinum
5 Logam Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Capai Ratusan Juta Rupiah


Platinum dikenal sebagai salah satu logam yang paling tidak reaktif. Penggunaan utama platinum biasanya digunakan dalam catalytic converter untuk kendaraan diesel. Tercatat sekitar 45 persen platinum yang dijual pada 2014 masuk ke industri otomotif.

Setelah para produsen dan konsumen meninggalkan diesel, platinum harus kalah dari paladium yang memiliki kinerja lebih baik untuk kendaraan berbahan bakar bensin. Platinum sendiri telah mengalami penurunan harga setelah skandal emisi Volkswagen pada tahun 2015. Harga platinum adalah sekitar USD958 (Rp13,7 juta) per troy ounce.

Baca juga; NASA Temukan Logam Baru GRX-810, Lebih Kuat 1.000 Kali untuk Pesawat Ruang Angkasa

2. Emas
5 Logam Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Capai Ratusan Juta Rupiah


Logam berwarna kuning cerah dan berkilau ini merupakan salah satu logam yang umum dijumpai. Dalam hal ini, emas menjadi salah satu komoditas yang paling serbaguna, terutama untuk dijadikan perhiasan.

Secara historis, Afrika Selatan merupakan produsen emas yang dominan dengan menggali sekitar 32 juta ons emas pada tahun puncaknya, yaitu 1970. Namun, sejak saat itu produksi mulai menurun dari tahun ke tahun dan terlempar dari deretan negara penghasil emas teratas.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3022 seconds (10.55#12.26)