Aktivitas Matahari Meningkat, Pancarkan Suar Ganda Secara Beruntun

Selasa, 26 April 2022 - 18:56 WIB
loading...
Aktivitas Matahari Meningkat, Pancarkan Suar Ganda Secara Beruntun
Aktivitas matahari mengalami peningkatan dengan memancarkan suar ganda secara beruntun pada Senin 25 April 2022. Foto/NASA/Live Science
A A A
WASHINGTON - Aktivitas matahari mengalami peningkatan dengan memancarkan suar ganda secara beruntun pada Senin 25 April 2022. Suar yang dilepaskan berasal dari bintik matahari AR2993 dengan kategori M1 mengakibatkan pemadaman radio di Asia dan Australia.

Menurut spaceweather.com, suar matahari adalah letusan radiasi elektromagnetik. Suar kelas-M adalah suar berukuran sedang yang dapat mengganggu beberapa frekuensi radio. Terkadang membuat astronot di luar angkasa terkena tingkat radiasi yang lebih tinggi dari biasanya.

Fisikawan surya Dean Pesnell dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA menjelaskan, sunspot AR2993 "berukuran sedang," , tetapi luasnya ratusan juta mil persegi. Bintik matahari adalah daerah matahari di mana medan magnet sementara jauh lebih kuat daripada daerah sekitarnya.

Baca juga; Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka

Gaya magnet ini menghalangi aliran gas panas dari bagian dalam matahari, membuat bintik matahari jauh lebih dingin daripada lingkungan sekitarnya. Suar matahari terjadi ketika garis-garis medan magnet di dekat bintik matahari mengatur ulang secara eksplosif.

“Terkadang, erupsi radiasi ini juga memicu coronal mass ejections (CMEs), yang merupakan ledakan plasma matahari,” katanya kepada Live Science yang dikutip SINDOnews, Selasa (26/4/2022).

Sudah beberapa minggu ini aktivitas matahari meningkat, beberapa bintik matahari aktif mengirimkan suar. Aktivitas matahari terjadi dalam siklus 11 tahun reguler, yang telah tercatat sejak 1775.

Baca juga; Dihantam Badai Matahari, 40 Satelit Starlink SpaceX Berguguran Jatuh ke Bumi

Matahari saat ini berada dalam Siklus Matahari 25 dan sedang dalam periode peningkatan aktivitasnya. Siklus Matahari 25 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2024 atau awal tahun 2025. Ini artinya frekuensi bintik matahari, jilatan api matahari, dan CME diperkirakan akan meningkat.

Beberapa dari suar dan CME itu cenderung lebih berdampak daripada M1 ganda menengah yang baru saja dikeluarkan matahari. Baru minggu lalu, pada 19 dan 20 April 2022, bintik matahari yang berbeda (AR2992) meletus dengan suar kelas X yang kuat.

Suar X 10 kali lebih kuat dari suar kelas M dan dapat menyebabkan badai radiasi yang mengganggu satelit, komunikasi radio, dan bahkan jaringan listrik di Bumi. Untungnya, Bumi tidak menanggung beban penuh dari suar X minggu lalu, karena bintik matahari tidak menghadap langsung ke planet Bumi.

Suar matahari besar dan CME juga dapat memicu aurora indah lebih jauh ke selatan dari kutub bumi daripada biasanya. Partikel matahari dari matahari berinteraksi dengan medan magnet yang mengelilingi Bumi, menarik molekul udara di bagian atas atmosfer dan menyebabkan mereka mengeluarkan foton cahaya.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1963 seconds (11.210#12.26)