Amerika Siapkan Drone Pari Bersenjata yang akan Kuasai Laut Dalam

Minggu, 01 Mei 2022 - 21:01 WIB
loading...
Amerika Siapkan Drone Pari Bersenjata yang akan Kuasai Laut Dalam
DARPA meminta dua kontraktor keamanan untuk membantu pengembangan drone pari. Foto/Autoevolution.
A A A
JAKARTA - Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) tinggal sedikit lagi menyelesaikan proyek misterius mereka yang dinamakan Manta Ray Program. Proyek itu merupakan upaya pengembangan sebuah alat berteknologi canggih yang dapat berjalan otonom dalam waktu yang cukup lama di bawah air.

Ide dasar pengembangan Manta Ray Program itu tidak terlepas dari semakin canggihnya teknologi drone yang ada saat ini. Drone militer bahkan bisa berjalan otonom tanpa harus dikontrol dari jarak jauh. Pemiliknya tinggal mengatur target yang ditentukan dan membiarkan drone bekerja.

Konsep itulah yang kemudian coba dikembangkan DARPA di Manta Ray Program. Bedanya jika drone bekerja di atas ketinggian langit, Manta Ray Program justru bekerja di laut dalam.

Baca juga : Hyundai Palisade Jadi Idola Baru Mobil Sewaan Buat Lebaran Tahun Ini

Amerika Siapkan Drone Pari Bersenjata yang akan Kuasai Laut Dalam


Sesuai namanya Manta Ray Program, alat misterius itu memang didesain seperti ikan pari. Saat ini DARPA sudah bekerja sama dengan dua kontraktor militer ternama Amerika Serikat yaitu Northrop Grumman dan Martin Defense Group.

Disebutkan Autoevolution, DARPA meminta kedua perusahaan yang disebutkan di atas untuk merancang drone pari tidak hanya bisa berjalan otonom tapi juga mengaplikasikan manajemen energi baru. Jadi nantinya drone pari itu bisa memanfaatkan energi bawah laut untuk meningkatkan jangkauan jarak tempuh.

Baca juga : Ducati Punya Agen Baru, Spesialis Motor yang Angkat Kaki dari Indonesia

Saat ini DARPA memang mendedikasikan drone pari itu untuk kepentingan militer. Jadi jangan kaget jika nantinya drone spesial itu akan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan militer terkini.

Hanya saja dikutip Autoevolution, pengembangan drone pari itu tidak memiliki tenggat waktu khusus. Jadi proses finalisasinya masih akan sangat lama.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1454 seconds (10.177#12.26)