Ternyata Begini Cara Ilmuwan Hidupkan Pandoravirus, Virus Zombie dari Danau Beku di Rusia

Kamis, 01 Desember 2022 - 07:42 WIB
loading...
Ternyata Begini Cara Ilmuwan Hidupkan Pandoravirus, Virus Zombie dari Danau Beku di Rusia
Virus bernama Pandoravirus tersebut berusia 50.000 tahun dan kembali hidup. Foto: ist
A A A
SIBERIA - Virus “zombie” berusia 50.000 tahun jadi banyak perbincangan dalam beberapa hari terakhir. Terutama, setelah ilmuwan asal Prancis berhasil menghidupkan lagi virus berusia 50.000 tahun yang terkubur di bawah danau beku di Rusia.

Tentu banyak sekali pertanyaan soal ini. Apa tujuan virus tersebut dihidupkan? Dan bagaimana caranya?

Menurut laporan New York Post, menghidupkan kembali virus kuno yang berasal dari puluhan ribu tahun lalu dan tidak memiliki penawar memang berbahaya. Sebab, bukan tidak mungkin memicu pandemi lain. Ini benar-benar seperti cerita di film-film horror.

Lantas bagaimana para ilmuwan menghidupkan kembali virus prasejarah?

Ternyata, memang virus tersebut tetap dormant di tanah permafrost. Permafrost adalah tanah beku permanen yang akan tetap beku selama ribuan tahun, dan mencakup hampir 25 persen dari seluruh belahan bumi utara.

Masalahnya, pemanasan global dapat mencairkan bongkahan besar permafrost yang pada akhirnya menyebabkan pelepasan bahan organik termasuk kuman mematikan yang tetap membeku tak hanya puluhan ribu tahun, bahkan jutaan juta tahun lalu.

Ilmuwan menyebutkan, selain virus yang tetap tidak aktif sejak zaman prasejarah, bagian dari bahan organik itu juga termasuk mikroba seluler yang dihidupkan kembali.

Ternyata Begini Cara Ilmuwan Hidupkan Pandoravirus, Virus Zombie dari Danau Beku di Rusia

Penampilan permafrost di Siberia. Foto: ist

Menurut laporan itu, para peneliti ternyata secara tidak sengaja menghidupkan kembali beberapa 'Virus Zombie' saat menyelidiki mikroba lain dari permafrost Siberia.

Di antara semua mikroba yang ditemukan dalam penelitian tersebut, Pandoravirus Yedomayang berusia 48.500 merupakan virus beku tertua yang pernah ada.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2089 seconds (10.55#12.26)