Pasien Lumpuh Bergerak dengan Exoskeleton Pembaca Pikiran

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 07:38 WIB
loading...
Pasien Lumpuh Bergerak dengan Exoskeleton Pembaca Pikiran
Pasien Lumpuh Bergerak dengan Exoskeleton Pembaca Pikiran
PARIS - Thibault, 30, dapat menggerakkan semua tangan dan kakinya yang lumpuh dengan peralatan Exoskeleton yang dikontrol dengan pikiran. Dia mengaku merasa seperti manusia pertama di bulan saat mengambil langkah pertamanya dengan memakai Exoskeleton.

Pergerakannya berupa berjalan itu dilakukannya di laboratorium. “Ini seperti manusia pertama di bulan. Saya tidak bisa berjalan selama dua tahun. Saya lupa bagaimana rasanya berdiri, saya lupa bahwa saya lebih tinggi dibandingkan banyak orang di ruangan,” ungkap Thibault.

Peralatan itu baru bisa dipakai di laboratorium tersebut. Meski demikian, para peneliti yakin teknologi ini dapat memperbaiki kualitas hidup para pasien di masa depan. Bagaimana cara kerjanya? Thibault melakukan operasi untuk memasang dua implan di permukaan otak, mencakup bagian otak yang mengontrol gerakan.

Sebanyak 64 elektrode di tiap implan itu membaca aktivitas otak dan mengirimkan sinyal berbagai instruksi ke komputer di dekatnya. Software komputer canggih membaca gelombang otak itu dan mengubahnya menjadi instruksi untuk mengontrol Exoskeleton. Thibault harus memasang Exoskeleton ke seluruh bagian tubuhnya. Namun saat dia berpikir “jalan”, maka akan mengirim serangkaian perintah untuk menggerakkan lengannya.

Saat dia dapat mengontrol setiap bagian tangan dan kakinya, dia menggerakkannya dalam ruang tiga dimensi. Seberapa mudah peralatan itu digunakan? Thibault yang tidak ingin nama panggilannya diungkap itu, awalnya merupakan ahli kacamata sebelum dia jatuh setinggi 15 meter dalam kecelakaan di klub malam, empat tahun silam.

Luka di bagian saraf tulang belakang membuat dia lumpuh dan harus menjalani perawatan dua tahun di rumah sakit. Namun pada 2017, dia mengikuti uji coba Exoskeleton bersama Clinatec dan Universitas Grenoble. Awalnya dia berlatih menggunakan implan otak untuk mengontrol karakter virtual atau avatar dalam game komputer, lalu dia mulai berlatih berjalan dengan peralatan mirip pakaian robot tersebut.



Membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar bagaimana mengontrol tangan dan kaki robot Exoskeleton itu. “Ini sangat sulit karena ini kombinasi berbagai otot dan gerakan. Ini hal paling mengesankan yang saya lakukan dengan Exoskeleton,” tutur dia. Seberapa bagus Exoskeleton itu? Robot canggih berbobot 65 kg ini memang tidak sepenuhnya memulihkan fungsi saraf pasien yang lumpuh.

Meski demikian, peralatan ini menandai kecanggihan teknologi yang memungkinkan seseorang mengontrol tangan atau kaki robot dengan pikiran mereka. Thibault kadang berlatih tanpa harus mengenakan langsung Exoskeleton untuk menghindari risiko jatuh atau terluka.

Dia juga belum dapat membawa peralatan itu keluar laboratorium. “Ini masih jauh dari berjalan secara otonom,” ungkap Profesor Alim-Louis Benabid, presiden dewan eksekutif Clinatec kepada BBC.
halaman ke-1
preload video
Topik Terkait
KOMENTAR ANDA