Mengenal Bom Fosfor Putih yang Digunakan Israel dan Bahayanya
Senin, 06 November 2023 - 11:22 WIB
Senjata berbahaya ini akan meledak saat menyentuh permukaan, dan menyebarkan fosfor putih yang terbakar ke sekitar. Fosfor putih yang terbakar dapat menempel pada kulit, pakaian, atau benda lain, dan terus membakar sampai habis atau dipadamkan dengan air atau bahan kimia.
Sekedar informasi, jika pada dasarnya bom ini dapat digunakan untuk menghasilkan asap putih yang dapat menutupi gerakan pasukan sendiri, mengganggu pandangan musuh, atau menandai target.
Asap putih yang dihasilkan oleh bom fosfor putih juga dapat menghalangi sinar infra merah, sehingga dapat mengacaukan sistem panduan rudal atau senjata lain yang menggunakan teknologi ini.
Selain itu, bom ini juga bisa digunakan untuk membuat cahaya terang yang dapat menerangi medan perang pada malam hari, atau menakut-nakuti musuh. Bom fosfor putih dapat menghasilkan cahaya yang setara dengan 500.000 lilin, dan dapat dilihat dari jarak 16 km.
Jika dilihat dari kegunaannya, bom ini dapat membantu pergerakan pasukan dalam prosesi penyerangan. Namun sangat berbahaya jika digunakan secara tidak tepat karena bisa mengakibatkan kematian.
Penggunaan bom fosfor putih hingga saat ini menjadi kontroversial. Hal ini karena dapat menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi korban dan dapat melanggar hukum humaniter internasional.
Beberapa negara dan organisasi telah menyerukan larangan atau pembatasan penggunaan bom fosfor putih. Terutama untuk menyerang target manusia atau sipil.
Mengutip dari laman HRW, ada banyak perjanjian internasional yang sudah menerapkan aturan larangan ini. Salah satunya Protokol III Konvensi Jenewa, yang telah mengatur penggunaan bom fosfor putih dan mewajibkan negara-negara untuk melaporkan penggunaan dan stoknya.
Lihat Juga: Demonstran Anti-NATO dan Pro-Palestina Mengamuk di Kanada, Bakar Mobil hingga Obrak-abrik Toko
Sekedar informasi, jika pada dasarnya bom ini dapat digunakan untuk menghasilkan asap putih yang dapat menutupi gerakan pasukan sendiri, mengganggu pandangan musuh, atau menandai target.
Asap putih yang dihasilkan oleh bom fosfor putih juga dapat menghalangi sinar infra merah, sehingga dapat mengacaukan sistem panduan rudal atau senjata lain yang menggunakan teknologi ini.
Selain itu, bom ini juga bisa digunakan untuk membuat cahaya terang yang dapat menerangi medan perang pada malam hari, atau menakut-nakuti musuh. Bom fosfor putih dapat menghasilkan cahaya yang setara dengan 500.000 lilin, dan dapat dilihat dari jarak 16 km.
Jika dilihat dari kegunaannya, bom ini dapat membantu pergerakan pasukan dalam prosesi penyerangan. Namun sangat berbahaya jika digunakan secara tidak tepat karena bisa mengakibatkan kematian.
Penggunaan bom fosfor putih hingga saat ini menjadi kontroversial. Hal ini karena dapat menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi korban dan dapat melanggar hukum humaniter internasional.
Beberapa negara dan organisasi telah menyerukan larangan atau pembatasan penggunaan bom fosfor putih. Terutama untuk menyerang target manusia atau sipil.
Mengutip dari laman HRW, ada banyak perjanjian internasional yang sudah menerapkan aturan larangan ini. Salah satunya Protokol III Konvensi Jenewa, yang telah mengatur penggunaan bom fosfor putih dan mewajibkan negara-negara untuk melaporkan penggunaan dan stoknya.
Lihat Juga: Demonstran Anti-NATO dan Pro-Palestina Mengamuk di Kanada, Bakar Mobil hingga Obrak-abrik Toko
(okt)
tulis komentar anda