Jatuh di Sahara, Meteorit Ini Umurnya 4,6 Miliar Tahun, Lebih Tua dari Bumi

Selasa, 09 Maret 2021 - 16:44 WIB
"Meteorit ini adalah batuan magmatik tertua yang dianalisis hingga saat ini dan menjelaskan pembentukan kerak primordial yang menutupi protoplanet tertua," kata penulis penelitian melaporkan, seperti dilansir Live Science.

Sementara EC 002 sangat tidak biasa, penelitian lain telah menemukan bahwa kerak andesit yang diinfusi silika kemungkinan besar umum selama tahap pembentukan protoplanet tata surya kita, "bertentangan dengan apa yang disarankan catatan meteorit," tulis para peneliti.

"Masuk akal untuk mengasumsikan bahwa banyak badan kondritik serupa yang bertambah pada waktu yang sama dan dibatasi oleh jenis kerak purba yang sama," kata penulis studi tersebut.

Tetapi ketika para ilmuwan mengamati sidik jari spektral objek kosmik yang jauh -pola panjang gelombang dalam cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan- dan membandingkannya dengan EC 002, mereka tidak menemukan kecocokan. Bahkan setelah dibandingkan dengan 10.000 objek dalam database Sloan Digital Sky Survey, EC 002 dapat dibedakan dengan jelas dari semua kelompok asteroid.

Di manakah semua protoplanet dengan kerak andesit saat ini? Selama periode kelahiran planet yang bergejolak di tata surya kita, sebagian besar protoplanet ini kemungkinan tidak berhasil melewati masa "kanak-kanak", menurut penelitian tersebut. Entah mereka hancur berkeping-keping dalam tabrakan dengan benda berbatu lainnya, atau diserap oleh planet berbatu yang lebih besar dan lebih sukses, seperti Bumi, Mars, Venus, dan Merkurius, meninggalkan sedikit jejak untuk menelurkan meteorit seperti EC 002.

“Sisa-sisa kerak andesitik primordial tidak hanya langka dalam catatan meteorit, tetapi juga langka di sabuk asteroid,” tulis para ilmuwan.
(iqb)
Halaman :
tulis komentar anda
Follow
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More