Anubis Hewan Peliharaan Firaun yang Identik dengan Sphinx Agung Giza

Minggu, 21 Juli 2024 - 15:40 WIB
loading...
Anubis Hewan Peliharaan...
Anubis Hewan Peliharaan Firaun. FOTO/ DAILY
A A A
KAIRO - Sphinx Agung Giza, ikon abadi Mesir Kuno, telah menjadi pelindung dataran tinggi Giza selama berabad-abad.



Secara tradisional, patung ini diyakini dibangun pada masa pemerintahan Firaun Khafre (sekitar 2558-2532 SM), dengan wajahnya yang menyerupai Khafre sebagai bukti kekuatan dan koneksi dewa.

Namun, teori provokatif yang dikemukakan Robert Temple dalam bukunya "The Sphinx Mystery" menantang keyakinan lama ini.

Temple berpendapat bahwa Sphinx awalnya menggambarkan Anubis, dewa berkepala serigala yang terkait dengan mumifikasi dan alam baka, dan bahwa kepala manusia yang ada sekarang adalah hasil modifikasi kemudian, kemungkinan diukir ulang untuk menyerupai Firaun Amenemhet II dari Kerajaan Tengah.

Salah satu argumen utama yang mendukung teori Anubis adalah perbedaan proporsi antara kepala Sphinx dan tubuhnya yang besar.

Kritikus pandangan tradisional menunjukkan bahwa kepala tampak terlalu kecil, menunjukkan bahwa kepala tersebut mungkin diukir ulang dari struktur asli yang lebih besar.

Seperti dilansir dari The Archeologist, Anubis, digambarkan sebagai serigala atau manusia berkepala serigala, adalah dewa penting dalam agama Mesir Kuno, sering dikaitkan dengan penjaga makam dan kuburan.

Para pendukung teori Anubis berpendapat bahwa patung Anubis raksasa akan sangat cocok untuk peran penjaga Sphinx di Dataran Tinggi Giza, sebuah situs pemakaman utama.

Temple juga menghadirkan bukti arkeologi dan geologi untuk mendukung teorinya. Dia menunjukkan bahwa erosi pada Sphinx tampaknya lebih konsisten dengan usia yang jauh lebih tua daripada yang selama ini diasumsikan.

Analisis geologi batuan dasar di sekitar Sphinx juga menunjukkan pola pelapukan yang konsisten dengan paparan air yang berkepanjangan, yang mungkin menunjukkan bahwa Sphinx pernah berada di dekat badan air yang jauh lebih besar daripada yang ada sekarang.

Teori Anubis menawarkan perspektif baru yang menarik tentang Sphinx Agung Giza. Meskipun masih banyak perdebatan dan penelitian yang harus dilakukan, teori ini menghadirkan tantangan menarik bagi pemahaman kita tentang sejarah dan makna Sphinx.

Apakah Sphinx adalah monumen yang dibangun untuk menghormati Firaun Khafre, ataukah patung dewa kuno yang diubah untuk melayani tujuan baru? Hanya waktu dan penelitian lebih lanjut yang dapat memberikan jawaban pasti.

Penting untuk dicatat bahwa teori Anubis hanyalah salah satu dari banyak teori yang berusaha menjelaskan asal-usul dan makna Sphinx Agung Giza. Penelitian tentang Sphinx masih berlangsung, dan penemuan baru terus bermunculan.

Seiring dengan semakin banyaknya pengetahuan yang kita peroleh tentang Sphinx, misterinya mungkin mulai terurai, mengungkapkan lebih banyak tentang peradaban Mesir kuno yang mempesona.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1316 seconds (0.1#10.140)