Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Taiwan Mulai Panic Buying!

Senin, 17 Mei 2021 - 12:05 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Taiwan Mulai Panic Buying!
Efek dari peringatan itu membuat masyarakat berbondong-bondong belanja atau dalam istilahnya disebut Panic Buying. Foto: dok Reuters
TAIWAN - Taiwan melaporkan 206 kasus baru Covid-19 transmisi lokal pada Minggu,16 Mei 2021 kemarin. Jumlah tersebut memecahkan rekor tertinggi harian di mana sebelumnya pernah di angka 180 kasus per hari.

BACA JUGA: Kemenkes Waspada, Industri Kesehatan Jadi Sasaran Empuk Sindikat Kejahatan Cyber

Pasien kebanyakan orangtua, tetapi secara detail usia pasien Covid-19 yang baru ditemukan lagi ini antara 5 hingga 80 tahun. Ada 89 kasus di Taipei, dan 58 lainnya berada di distrik Wanhua. Lalu, 97 kasus lainnya terjadi di New Taipei City. Sayangnya, puluhan kasus dilaporkan belum terlacak sumbernya.

Karena penemuan kasus tersebut, pemerintah Taiwan melakukan tindakan ketat dalam upaya menahan penyebaran virus, salah satunya melakukan lockdown parsial.



Menurut laporan The Guardian, kasus baru itu berasal dari karyawan maskapai nasional dan hotel karantina yang terhubung. Jumlah tersebut menyumbang 85 persen dari jumlah total kasus transmisi lokal di Taiwan sejak pandemi dimulai.

Taiwan sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang berhasil mengendalikan Covid-19. Nah, dengan adanya kasus baru ini pemerintah segera melakukan lockdown parsial di dua kota termasuk di Taipei, dan mengirim peringatan agar masyarakat tidak boleh keluar rumah dan memastikan tidak ada kerumunan di tempat umum.

"Karena penemuan mendadak kasus baru Covid-19, kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, rumah sakit memprioritaskan pasien Covid-19, dan mendesak orang-orang untuk meningkatkan kebersihan dan menghindari perjalanan, termasuk di rumah saja. Tanggung jawab pribadi sangat penting," kata Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung.

Efek dari peringatan itu membuat masyarakat berbondong-bondong belanja atau dalam istilahnya disebut 'Panic Buying'. Dilaporkan bahwa supermarket banyak diserbu orang-orang karena takut ketersediaan makanan mereka habis akibat lockdown yang kembali diterapkan di Taiwan.

BACA JUGA: Komentari Maraknya Video Viral Pembatasan Mudik, Iptu Rita: Kita Bukan Musuh!

Sementara itu, pakar kesehatan menduga kenaikan kasus mendadak tersebut diakibatkan pengujian massal selama akhir pekan. Tetapi, lonjakan tajam dari 29 kasus baru pada Jumat (14/5) sejatinya memicu kekhawatiran penyebaran Covid-19 masih terjadi di masyarakat.
(dan)
preload video
KOMENTAR ANDA