Hati-Hati, Sembarang Minum Obat Covid-19 Malah Jadi Racun!

Sabtu, 10 Juli 2021 - 21:05 WIB
loading...
Hati-Hati, Sembarang Minum Obat Covid-19 Malah Jadi Racun!
Penggunaan obat seperti Oseltamivir, Favipiravir, Remdesivir, Azithromycin, Tocilizumab, dan multivitamin harus sesuai anjuran dokter. Foto: Sindonews
JAKARTA - Ada beberapa obat yang direkomendasikan dokter dalam tatalaksana penyembuhan infeksi Covid-19. Kementerian Kesehatan sendiri mengungkapkan ada 6 obat yang biasa dipakai untuk pasien Covid-19.

Obat-obatan itu antara lain Oseltamivir, Favipiravir, Remdesivir, Azithromycin, Tocilizumab, dan multivitamin. Penggunaan obat ini tentu harus sesuai anjuran dokter.

BACA JUGA: Tes Jaringan 5G di POCO M3 Pro 5G, Ternyata Segini Hasilnya…

Salah satu pertimbangan yang dilakukan adalah seberapa parah gejala Covid-19 yang Anda alami termasuk juga apakah ada komorbid maupun usia.

Karena banyak hal yang dipertimbangkan, penting dicatat oleh masyarakat bahwa penggunaan obat-obatan tersebut harus berdasar pemantauan dokter. Artinya obat didapat dengan terlebih dahulu konsultasi dan untuk membelinya wajib melampirkan resep.

Kemenkes pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarang memakai obat-obatan tersebut. "Obat-obatan itu harus dibeli menggunakan resep dokter," tegas Plt Dirjen Farmalkes Kemenkes, drg. Arianti Anaya, MKM,, dalam keterangan pers virtual, Sabtu (10/7).



Apa yang terjadi jika seseorang menggunakan obat-obatan itu sembarangan?

"Setiap obat-obatan itu memiliki risiko, apalagi obat keras, kalau digunakan tidak sesuai dengan anjuran dokter, yang terjadi obat itu akan jadi racun bukan mengobati," kata Ade, sapaan akrabnya.

Saran membeli obat harus sesuai anjuran dan dengan resep dokter pun sudah diwanti-wanti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam penggunaan obat keras.

BACA JUGA: Ketua Satgas IDI: Vitamin D Belum Cukup Bukti Obati Covid-19



"Penggunaan obat keras itu harus sesuai dengan anjuran dokter dan jika mau membelinya di luar, harus mengantongi resep dokter. Ada bahaya yang bisa terjadi jika dikonsumsi tidak sesuai dengan arahan dokter," tegas Kepala BPOM Penny K. Lukito, beberapa hari lalu.
(dan)
preload video
KOMENTAR ANDA